web analytics
  

872 Penyapu Jalan Resmi Gabung DLHK Kota Bandung

Kamis, 1 Oktober 2020 17:06 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, 872 Penyapu Jalan Resmi Gabung DLHK Kota Bandung, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna,PD Kebersihan dibubarkan,DLHK Kota Bandung

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna meresmikan secara simbolis bergabungnya penyapu jalanan ke DLHK Kota Bandung, Kamis (1/10/2020). (dok. Humas Setda Kota Bandung)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sebagai impelentasi dari Perda nomor 9 tahun 2018 tentang pengelolaan sampah, maka per 1 Oktober 2020, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, mulai mengambil alih aktivitas penyapuan jalan. 

Total 872 personel penyapu jalan bergabung dengan UPT Pengelolaan Sampah yang baru terbentuk pada 18 Agustus 2020. Mereka adalah para petugas yang dialihkan dari PD Kebersihan.

Semula wilayah kerja PD Kebersihan ada 4 yakni yakni timur, utara, barat, dan selatan. Sedangkan oleh UPT Pengelolaan Sampah dibagi menjadi 6 wilayah, yaitu Tegalega, Bojonagara, Cibeunying, Karees, Ujungberung dan Arcamanik (Ubermanik) serta Kordon dan Gedebage (Kordoba). 

Panjang penyapuan selama masa transisi sama seperti yang dilakukan oleh PD Kebersihan yaitu 257,32 km. Sedangkan untuk penyapuan jalan, akan dilakukan penambahan cakupan pelayanan penyapuan menjadi 230 km (18% dari total panjang jalan). 

Untuk wilayah Cibeunying 95,74 km panjang penyapuan, wilayah Karees 55, 12 km panjang penyapuan, wilayah Tegalega 60,12 km panjang penyapuan, wilayah Bojonagara 56,75 Km panjang penyapuan, wilayah Ubermanik 21,81 km panjang penyapuan, dan wilayah Kordoba 29,78 km panjang penyapuan. 

Sementara itu, untuk jam kerja selama 8 jam per hari terdiri dari,sif 1 pukul 04.00 – 12.00 WIB, sif 2 12.00 – 20.00 WIB, dan shift 3, 20.00 – 04.00 WIB.

Terdapat posisi para personel sesuai level. Di antaranya, Korwil adalah koordinator wilayah pada 6 wilayah. Kazon adalah kepala zona yang akan mengawasi minimal 15 petugas pada titik jalan yang telah ditentukan. Sumosam adalah supir motor sampah yang bertugas mengatur sampah hasil sapuan ke TPS. 

Tim sweeper adalah yang bertugas melakukan kegiatan pengumpulan sampah menggunakan mobil sweeper. Kemudian ujung tombak utama adalah Gaspul yaitu petugas pengumpul.

Transisi pegawai tersebut dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna kepada petugas dengan menggunakan rompi, name tag, dan topi. 

“Bahwa sekarang per 1 Oktober 2020 ini transisi pegawai PD Kebersihan ke DLHK Kota Bandung,” tutur Ema di Taman Dewi Sartika, Kamis (1/10/2020). 

Ema mengungkapkan, terdapat limit waktu untuk penangkutan yang masih dilakukan oleh PD Kebersihan. 

“Ada limit waktu, nanti pengangkutan di Oktober 2021. Makanya PD Kebersihan masih eksis. Mereka pengangkutan masih dilakukan dari TPS ke TPA, kemudian juga di tempat komersial. Tapi kalau penyapuan itu semua take over oleh DLHK,” jelasnya.  

“Nanti korwil mengawasi. Kemudian kepala UPT yang kemarin dilantik, akan mengajukan BLUD supaya lebih ke arah usaha juga, agar berhasil dalam pelayanan dan pendapatan,” katanya.

Konsekuensinya, tutur Ema, PD Kebersihan akan dibubarkan, mengingat Oktober tahun 2021 pengangkutan sampah kewenangan DLHK Kota Bandung.

“Konsekuensinya PD Kebersihan itu pada akhirnya dibubarkan. Karena sekarang pun sudah ada permohonan dewan (DPRD Kota Bandung) untuk penarikan Raperda Perumda Bandung Resik. Kemudian sekarang Raperda Retribusi juga kita tarik. Karena nanti kalau dengan BLUD bukan Perda Retribusi, cukup dengan Perwal Jasa Layanan,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala DLHK Kota Bandung, Kamalia Purbani menyampaikan, jumlah pasukan kebersihan sebanyak 872 orang. Jumlah tersebut terdiri dari Korwil 6 orang, Kazon 36 orang, Sumosa 58 orang, Gaspul 767 orang dan sweeper 3 orang.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers