web analytics
  

Menaker: Sisa BLT Gaji untuk Guru Honorer dan Agama

Kamis, 1 Oktober 2020 21:30 WIB Aini Tartinia
Umum - Nasional, Menaker: Sisa BLT Gaji untuk Guru Honorer dan Agama, Menaker Ida Fauziyah,Guru Honorer,Guru Ngaji,guru agama,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),Kementerian Agama (Kemenag),blt gaji,Bantuan Subsidi Upah (BSU)

ilustrasi guru. (Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Program bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta merupakan salah satu upaya pemerintah meringankan beban pekerja terdampak pandemi Covid-19.

Namun, pekerja yang dimaksudkan ialah bergaji di bawah Rp5 juta dan terdaftar aktif anggota BPJamsostek sampai 30 Juni 2020.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan, ada beberapa profesi yang membutuhkan bantuan BLT Rp1,2 juta, seperti guru honorer dan guru agama. Ida mengusulkan agar sisa anggaran dari program subsidi upah disalurkan kepada guru ngaji dan guru honorer.

“Aspirasi Kemnaker direspon Satgas PEN dan Presiden mengenai suara teman-teman guru honorer di Kemenag maupun Kemendikbud. Kami akan sampaikan ke kas negara untuk disalurkan (sisa anggaran) kepada guru honorer,” kata Ida dalam telekonferensi pers, Kamis (1/10/2020).

Namun, ia belum bisa memastikan berapa jumlah penerima dari kedua profesi tersebut. Ia akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kemenag dan Kemendikbud.

“Data pasti ada di Kemendikbud dan Kemenag dan bukan domain Kemnaker. Kami dengar ada 1,6 juta, tapi yang pasti bukan kami yang domain jawab. Sementara ini sisa anggaran dari yang ada di Kemenaker dialokasikan untuk guru honorer. Kami akan bicarakan lebih lanjut dengan teman-teman Satgas PEN,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran Ayojakarta.com, jumlah pegawai honorer di seluruh Indonesia sampai dengan akhir tahun lalu mencapai 4,286 juta orang. Menurut Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, sekitar 70% dari karyawan honorer itu bekerja di pemerintahan daerah.

Awalnya, pegawai honorer atau karyawan non-ASN di lembaga negara juga tidak masuk dalam kriteria penerima BSU atau BLT yang kemudian disebut BSU. Namun, pemerintah memperluas cakupan calon penerima bantuan Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan tersebut.

Hingga saat ini, data yang telah diterima oleh Kemenaker dari BPJamsostek sebanyak 12,4 juta orang. Dari data ini telah disalurkan bantuan kepada 10,7 juta penerima atau 92,48%. Sementara itu yang masih dalam proses pengiriman dari perbankan penyalur adalah sebanyak 745 ribu orang. Seluruh proses ini dimulai sejak tanggal 24 Agustus 2020.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers