web analytics
  

BLT Gaji Tahap 1 sampai 4 Terealisasi 92,48%

Kamis, 1 Oktober 2020 19:09 WIB Aini Tartinia
Umum - Nasional, BLT Gaji Tahap 1 sampai 4 Terealisasi 92,48%, blt gaji,BLT Upah,Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker)

Ilustrasi -- BLT. (Freepik)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), realisasi penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta untuk pekerja bergaji di bawah Rp5 juta dari tahap 1 sampai 4 mencapai 92,48%.

Rinciannya, pada tahap 1 realisasi penyaluran BLT pekerja baru sekitar 99,38% dari kuota penyaluran 2,5 juta orang calon penerima, tahap kedua mencapai sekitar 99,38% dari kuota penyaluran 3 juta orang calon penerima, lalu tahap 3 sekitar 99,32% dari kuota penyaluran 3,48 juta orang calon penerima, dan tahap 4 baru sekitar 69,18% dari kuota penyaluran 2,65 juta orang calon penerima.

“Dengan demikian, sejak tahap 1 hingga tahap 4 total penerima bantuan subsidi gaji atau upah adalah 11,65 juta dengan realisasi 92,48%,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, dalam telekonferensi pers, Kamis (1/10/2020).

Terkait nomor rekening yang tak kunjung menerima BLT, Ida mengungkapkan, beberapa kendala yang terjadi yakni pada penyaluran subsidi gaji seperti rekening ganda, rekening tidak valid, rekening tidak aktif dan rekening tidak sesuai nomor induk kependudukan (NIK). Kendala ini lah yang membuat penyaluran program subsidi gaji tak capai target.

“Ada beberapa kendala yang itu menghambat subsidi gaji, artinya belum 100%,” kata Ida.

Namun Ida belum memastikan berapa jumlah sisa anggaran yang akan dikembalikan. Sebab hingga kini Kemenaker masih harus menyelesaikan penyaluran batch kelima.

“Dari data tersebut mungkin dari target 15,7 juta, jumlah rekening yang bisa kumpulkan selama 3 minggu ada 14,8 juta. Kemudian yang kita serahkan ke kemnaker 12,4 juta, jadi tidak kami serahkan artinya kita drop regulasi tersebut, sebanyak 2,4 juta,” ungkapnya.

Begini Tahap Pencairan BLT Sebelum Cair ke Rekening

Pertama: Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang erdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

Kedua: HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BPJamsostek.

Ketiga: BPJS Ketenagakerjaan melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.

Keempat: Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

Kelima: Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai empat hari untuk melalukan check list.

Keenam: Selesai check list, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Ketujuh: Kemudian, KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

Kedelapan: Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.

Dengan mengikuti alur tersebut, untuk calon penerima BLT Rp1,2 juta yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank. Penjelasan tentang hal itu berulang kali disampaikan oleh Bank BCA melalui akun Twitter resmi mereka @HaloBCA dalam berbagai kesempatan.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers