web analytics
  

Yana Umar Kritisi Penundaan Jadwal Lanjutan Liga 1 2020

Kamis, 1 Oktober 2020 17:48 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Olahraga - Sepak Bola, Yana Umar Kritisi Penundaan Jadwal Lanjutan Liga 1 2020, Yana Umar,Viking Bandung,Pertandingan Liga 1 Ditunda

Yana Umar. (@yanaumar33)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Eks Dirigen Viking, Yana Umar mengkritisi penundaan jadwal lanjutan Liga 1 2020.

Yana menilai, keputusan ini terasa tidak adil mengingat perhelatan Pilkada serentak 2020 yang bakal menyedot partisipasi banyak masyarakat tak mengalami penundaan.

Yana menambahkan penyebab Polri menangguhkan lanjutan kompetisi karena angka kasus Covid-19 yang masih tinggi di Indonesia bukanlah alasan. Pasalnya, PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), hingga seluruh klub peserta bersepakat Liga akan kembali bergulir dengan protokol kesehatan ketat. Salah satunya aturannya tak mengijinkan suporter untuk datang ke area pertandingan selama kompetisi bergulir.

"Ya sangat disayangkan ya penundaan liga 1. Padahal kan udah jelas gak ada penonton, protokol kesehatan diterapkan. Cuma yang jadi kendalanya pandemi yang semakin tinggi di Indonesia. Sebetulnya bukan alasan juga untuk menghentikan kompetisi," kata Yana melalui sambungan telepon, Kamis (1/10/2020).

Menjelang lanjutan kompetisi, setiap klub diwajibkan menjalani protokol kesehatan ketat dan pemeriksaan kesehatan melalui Swab PCR Test hingga Rapid test Covid-19 secara berkala. Dengan pertimbangan ini, lanjut Yana, sedianya kompetisi bisa tetap bergulir.

Sementara itu, perhelatan Pilkada serentak 2020 tetap mendapatkan izin. Padahal, menurut Yana, Pilkada serentak lebih berisiko menimbulkan keramaian terutama di masa kampanye. Selain itu, Pilkada juga memiliki potensi tinggi  bersentuhan langsung dengan masyarakat. 

Di sisi lain, para pelaku di industri sepak bola Tanah Air tidak akan langsung bersentuhan dengan masyarakat lantaran seluruh suporter telah diwanti-wanti tidak boleh datang ke stadion.

"Iya kan masa pilkada aja tidak dihentikan. Jelas kan kalau pilkada bersentuhan langsung dengan masyarakat  kalau kompetisi kan kita nonton di TV yang ada tatap muka sama televisi dan tidak mengundang keramaian," kata Yana.

Dari sudut suporter, Yana juga menegaskan, mereka sudah sangat paham dengan kondisi pandemi yang tengah terjadi. Karenanya, kecil kemungkinan suporter tetap nekat datang ke stadion. Apalagi, tim kesayangannya akan mendapatkan sanksi berat jika mereka tetap memaksakan datang ke stadion.

"Bobotoh juga pada ngerti gak mungkin akan datang ke stadion dengan kondisi pandemi seperti ini. Sepak bola kan hiburan masyarakat. Di saat kondisi seperti saat ini dibutuhkan atuh hiburan. Lihat di luar negeri, saat pandemi sepak bola tetap berjalan, yang penting kan protokol kesehatan dijalankan," ujarnya.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers