web analytics
  

Polres Tasikmalaya Periksa Panitia Pertandingan Sepakbola Persib Legend

Kamis, 1 Oktober 2020 17:36 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Polres Tasikmalaya Periksa Panitia Pertandingan Sepakbola Persib Legend, Pertandingan Persib Legend,Persib Legend Tasikmalaya,Persib Legend,Berita Tasikmalaya

Polres Tasikmalaya memanggil panitia pertandingan sepakbola Persib legend vs Primas FC, Kamis (1/10/2020). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Polres Tasikmalaya memanggil panitia pertandingan sepakbola Persib legend vs Primas FC, Kamis (1/10/2020). Pemanggilan dilakukan guna meminta klarifikasi kegiatan pertandingan sepakbola yang menghadirkan ribuan penonton itu.

"Kita panggil panitia agar tidak mengulangi kegiatan serupa,” kata Kapolres Tasikmalaya AKBP. Hendria Lesmana.

Hendria menambahkan, pertandingan yang digelar di lapangan Ciomas, Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu, pada Rabu (30/9/2020) itu terpaksa batal digelar dan dibubarkan karena dinilai abai terhadap protokol kesehatan. Terlebih pertandingan itu dihadiri ribuan penonton dan menimbulkan kerumunan massa.

“Kemarin kita bubarkan, karena menimbulkan kerumunan warga. Jumlahnya itu kemarin mencapai ribuan,“ ucap Hendria.

Sementara itu, Ketua panitia pertandingan Ivan rahadian mengakui pelaksanaan pertandingan sepakbola itu melanggar pelanggaran protokol kesehatan. Namun pihaknya terpaksa tetap hadirkan mantan bintang Persib seperti Tantan dan lainnya, karena khawatir mengecewakan penonton.

"Kami akui memang tetap aja melaksanakan kegiatan ini karena terlanjur menjual tiket. Kita khawatir penonton marah dan kecewa sama kami,” ucap Ivan.

Selain menyampaikan permohonan maaf, panitia juga membuat surat pernyataan diatas materai  tidak lagi menggelar kegiatan yang menghadirkan masa banyak saat pandemi Covid-19.

"Kami sampaikan permohonan maaf pada masyarakat, kepolisian dan gugus Covid-19 kalau sudah mengumpulkan banyak warga. Saya sekarang tandatangani surat pernyataan di kantor polisi bahwa gak akan ulangi kejadian ini,” tambah Ivan.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers