web analytics
  

Pentolan Bomber: "Liga 1 Dihentikan kenapa Pilkada Tetap Jalan?"

Kamis, 1 Oktober 2020 15:42 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Pentolan Bomber: "Liga 1 Dihentikan kenapa Pilkada Tetap Jalan?", Pertandingan Liga 1 Ditunda,Pilkada Serentak 2020,Bobotoh Maung Bandung Bersatu

Ilustrasi pemain Persib Bandung. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Penangguhan lanjutan Liga 1 2020 mendatangkan banyak respons dari berbagai kalangan khususnya para pecinta sepak bola Tanah Air.

Selain dari tim perserta Liga, para suporter tak ketinggalan untuk angkat suara terkait keputusan tersebut.

Ketua Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber), Asep Abdul menyoroti penangguhan lanjutan Liga 1 2020. Asep menyayangkan keputusan dadakan dari Polri yang tak mengeluarkan izin keramaian untuk lanjutan kompetisi musim ini.

Idealnya, menurut Asep, keputusan dari pihak kepolisian bisa diumumkan satu bulan sebelumnya. Pasalnya, penangguhan tersebut baru diumumkan H-5 lanjutan Liga 1 2020. Dalam kondisi ini, Asep menilai, seluruh tim peserta telah mempersiapkan diri secara matang sejak jauh-jauh hari.

Seperti diketahui, alasan Polri tak memberikan lampu hijau untuk penyelenggaraan lanjutan Liga 1 2020 lantaran penyebaran Covid-19 di Indonesia yang masih terus meningkat. Dengan pertimbangan itu, PSSI dan PT LIB menghormati keputusan tersebut demi keamanan dan kesehatan kesehatan banyak pihak.

"Terkait pergantian Liga 1 Liga 2, mungkin karena waktunya terlalu cepat, mekanismenya itu pas tanggal 1 bergulir, kemarin 2-3 hari ke belakang baru ada pemutusan, harusnya ada satu bulan (pengunduran jadwal). Alasannya (penangguhan)juga kan izin keramaian, padahal gak ada penonton," kata Asep saat dihubungi, Kamis (1/10/2020).

Di sisi lain, Asep membandingkan kasus penundaan lanjutan kompetisi sepak bola ini dengan Pilkada serentak 2020 pada 9 Desember. Dia menilai keduanya, perhelatan ini sejatinya memiliki potensi yang sama untuk menimbulkan keramaian.

Namun Asep heran lantaran hanya kompetisi sepak bola yang ditangguhkan. Padahal, kata dia, seluruh suporter Tanah Air sudah sepakat tidak akan memaksakan diri untuk datang stadion saat pertandingan digelar.

"Karena tanpa penonton akses yang masuknya juga pasti berkurang, ini patut diperhitungkan kembali terkait dengan keputusan PSSI. karena tim juga sudah matang, latihan sudah berjalan, ini juga ada dampak buruk bagi tim," katanya.

"Kalaupun misalnya aspek izin keramaian, Pilkada juga sama, jadi protokol kesehatannya saja (diperketat). Jadi tidak tegas kalau ada beberapa aspek yang melanggar ketentuan," katanya.

Melihat kondisi ini, Asep hanya berharap Federasi maupun operator kompetisi bisa mematangkan segala keputusan sebelum menentukan kapan lanjutan strata tertinggi kompetisi sepak bola Tanah Air akan kembali digelar.

"Kalaupun nanti dihentikan satu bulan, tolong pikirkan matang-matang juga, jangan sampai schedule sudah ditetapkan tapi ada perubahan lagi," ujarnya.

Mendagri: Pilkada Tetap Digelar 9 Desember
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan Pilkada serentak 2020 tetap digelar Desember 2020 dengan mengedepankan protokol kesehatan khususnya pada tahapan pilkada yang berisiko penularan COVID-19.

Dia mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada KPU bahwa ada beberapa kegiatan penting dalam tahapan Pilkada 2020 seperti pembentukan dan pelatihan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), yang bisa dilakukan secara berjenjang dan virtual.

Menurut dia, untuk kampanye pilkada tidak perlu dilakukan secara fisik namun bisa dilakukan dengan kampanye terbatas dalam ruangan dan menggunakan media termasuk "live streaming".

Tito mengatakan, untuk pemungutan suara, disarankan adanya penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan khusus di daerah yang masuk zona merah pandemi COVID-19 harus menggunakan APD, masker, dan sarung tangan.

Tito mengatakan telah mengomunikasikan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 terkait rencana pelaksanakan Pilkada pada 9 Desember 2020.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers