web analytics
  

Ini Penyebab Kasus Covid-19 di Purwakarta Cenderung Naik

Kamis, 1 Oktober 2020 14:19 WIB Dede Nurhasanudin
Umum - Regional, Ini Penyebab Kasus Covid-19 di Purwakarta Cenderung Naik, corona purwakarta,Covid-19 Purwakarta,Ruang isolasi Purwakarta,Purwakarta Hari Ini,Berita Purwakarta

Gedung pusat pelayanan khusus Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Purwakarta, dr. Deni Darmawan mengatakan, jumlah kasus positif Covid-19 di Purwakarta cenderung naik.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah banyak warga Purwakarta yang beraktivitas atau kerja di zona merah seperti Depok, Bekasi dan lainnya atau imported case.

"Hari ini, terjadi penambahan pada warga yang berstatus terkonfirmasi positif sebanyak 16 orang, namun ada juga warga yang sebelumnya terkonfirmasi positif dinyatakan sembuh, sebanyak 5 orang," kata dr. Deni.

Ia merinci, secara kumulatif jumlah warga yang terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Purwakarta terdapat 276 orang dan yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 200 orang. Tercatat juga, hingga hari ini ada 12 orang positif telah meninggal dunia. 

"Jumlah konfirmasi positif per hari ini berjumlah 64 orang," ujar dr. Deni.

Jumlah warga terkonfirmasi positif sejak beberapa hari terakhir bertambah, meski di sisi lain terdapat pasien sembuh.

Deni mengakui jika kapasitas ruang bagi warga yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) atau konfirmasi tanpa gejala harus ditambah.

Sebab, Wisma Isolasi Mahkota yang dimiliki Pemda Purwakarta hanya berkapasitas 16 bed.

Hal itu tentu saja sudah tidak memadai jika melihat perkembangan warga yang terpapar hingga saat ini.

"Mau tidak mau kami harus mencari solusi penanganan dengan mencari gedung yang lebih besar untuk ruang isolasi seiring dengan penanganan Covid-19," kata dr Deni, Rabu (30/9/2020).

Menurutnya, jika pasien dibiarkan isolasi mandiri di rumah, dikhawatirkan akan terjadi peningkatan penyebaran virus (klaster rumah).

"Untuk tenaga tambahan, alhamdulillah akan dibantu Dishub, Satpol, TNI dan Polri serta tenaga kesehatan puskemas dan tenaga kesehatan dari TNI yang siap di tempatkan di wisma isolasi jika terjadi lonjakan lebih dari seperti hari ini," ujar dia.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers