web analytics
  

Uu Sayangkan Pesantren Tasikmalaya Tolak Kedatangan Gugus Tugas Covid-19

Kamis, 1 Oktober 2020 14:04 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Uu Sayangkan Pesantren Tasikmalaya Tolak Kedatangan Gugus Tugas Covid-19, klaster pesantren Tasikmalaya,Klaster pesantren Covid-19,Klaster pesantren Jabar,Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (dok. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyayangkan ada pimpinan dan pengurus pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya yang tidak berkenan didatangi tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat.

Padahal, setelah muncul kasus positif di lingkungan pesantren, ia ditugaskan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk melihat langsung kondisi pesantren di wilayah tersebut.

"Hari ini saya ditugaskan oleh pak Gubernur untuk ke Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Karena sesuai informasi yang diterima oleh pak Gubernur, bahwa ada kluster di kota dan kabupaten tersebut," ungkap Uu, Kamis (1/10/2020).

"Padahal kehadiran kami adalah untuk mengambil sebuah solusi atau mengantisipasi, karena yang kami terima dari pemerintah daerah ada hal-hal yang perlu diantisipasi dan ditindaklanjuti," kata Uu.

Oleh karena itu, Uu berharap kepada pimpinan pondok pesantren di seluruh Jawa Barat, jika ada gejala atau kasus Covid-19 di pondok pesantren, jangan sungkan untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pimpinan daerah, jangan sampai ditutupi seolah tidak ada.

"Karena kalau memang seperti ini khawatir akan bertambah. Harapan kepada seluruh pondok pesantren memperketat protokol kesehatan baik oleh para santri dan ajengan di kompleks pesantren dan melakukan pola hidup bersih dan sehat," ucap Uu.

Uu mengaku sangat takdim dan menghormati pengurus dan pimpinan pondok pesantren tersebut. Karena niatannya hanya untuk memastikan agar kasus Covid-19 ini tidak semakin bertambah.

"Saya sangat memahami dan menghargai dan saya menghormati kepada pimpinan pondok pesantren, saya tidak akan memaksakan karena mungkin kami yakin pak kiai punya cara dan jurus jitu tentang hal ini. Karena yang tahu di internal di pondok pesantren kiai itu sendiri, saya menghormati dengan penuh ketawaduan dan penghormatan kepada kiai," tambah Uu. 

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers