web analytics
  

Rekapitulasi Covid-19 Cimahi September 2020: 112 Kasus Baru, 116 Sembuh, 4 Meninggal

Kamis, 1 Oktober 2020 13:12 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Cimahi, Rekapitulasi Covid-19 Cimahi September 2020: 112 Kasus Baru, 116 Sembuh, 4 Meninggal, Update Covid-19 Cimahi,Update Corona Cimahi,Informasi Covid-19 Cimahi,Data Covid-19 Cimahi

Grafik kasus positif Covid-19 di Kota Cimahi (https://covid19.cimahikota.go.id/)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Sepanjang bulan September 2020, diketahui terjadi penambahan jumlah kasus positif corona atau Covid-19 di Cimahi sebanyak 112 kasus. Juga tercatat penambahan jumlah pasien sembuh mencapai 116 kasus serta 4 kasus meninggal. Angka-angka tersebut diperoleh dari perbandingan data pandemi pada 1 September 2020 dengan 30 September 2020.

Merujuk data per 1 September 2020 yang termuat di situs web https://covid19.cimahikota.go.id/, diketahui jumlah total kasus positif terkonfirmasi ketika itu sebanyak 212 kasus. Angka tersebut terdiri dari 70 kasus aktif, 138 kasus sembuh, serta 4 kasus meninggal.

Pada 30 September 2020, tercatat jumlah akumulatif kasus positif Covid-19 mencapai 324 kasus, dengan rincian 62 kasus aktif, 254 kasus sembuh, serta 8 kasus meninggal. Tingkat kesembuhan kasus Covid-19 di Cimahi saat ini ada di angka 78,40 persen.  

Dari Zona Merah ke Zona Oranye

Sepanjang September 2020, ada beberapa peristiwa penting terkait pandemi Covid-19 di Kota Cimahi. Karenaa adanya lonjakan jumlah kasus positif terkonfirmasi, Cimahi masuk zona merah. Artinya, kota ini merupakan wilayah dengan risiko penularan tinggi.

Pemerintah Kota Cimahi menanggapi kecenderungan ini dengan menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) per 15 September 2020. Satu pekan berselang, Cimahi turun ke zona oranye, artinya risiko penularan berganti dari tinggi ke sedang.

Kemungkinan Diperpanjang

Meski Cimahi sudah keluar dari zona merah, Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengingatkan bahwa ini bukan berarti pandemi Covid-19 hilang. Ajay mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menerapkan protokol Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Kita gak bosan mengajak masyarakat bersama melawan Covid-19 dengan 4M. Yaitu mengenakan masker, mencuri tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan," jelas Ajay.

Tentang kelanjutan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), Ajay menyebut ada kemungkinan untuk memperpanjangnya jika tren kasus Covid-19 terus naik.

"Iya PSBM kemungkinan besar, kalau tren atau grafiknya meningkat, kita perpanjang 2 minggu lagi. Tapi mudah-mudahan ngga ada kenaikan lagi," katanya.

Tes Usap Jalan Terus

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Chanifah Listyarini sebelumnya menyatakan bahwa Pemkot tidak akan mengendurkan pelaksanaan tes usap sesuai standar WHO. Sedikitnya ada 600 orang yang ikut tes usap di Kota Cimahi dalam sepekan.

"Kita jalan terus, gak bisa direm darurat kalau swab. Swab kita sehari itu rata-rata 100-150 orang," terang Rini. 

Editor: Tri Joko Her Riadi
dewanpers