web analytics
  

Waspada! BMKG Prediksi Sukabumi-Bekasi Hujan Disertai Petir Siang Ini

Kamis, 1 Oktober 2020 12:33 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Regional, Waspada! BMKG Prediksi Sukabumi-Bekasi Hujan Disertai Petir Siang Ini, Kabupaten Sukabumi Hujan,Hujan Bekasi,cuaca bekasi,BMKG,prediksi cuaca

Sejumlah wilayah di Jawa Barat berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada Kamis (1/10/2020) siang. Hujan disertai petir berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi hingga Kabupaten Bekasi. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah wilayah di Jawa Barat berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada Kamis (1/10/2020) siang. Hujan disertai petir berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi hingga Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan peringatan dini cuaca Jawa Barat dari aplikasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Gefisika (BMKG), hujan disertai petir akan terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi, terutama Cikidang, Cikakak, dan Cisolok.

Hujan disertai petir ini berpotensi meluas ke wilayah Kabupaten Sukabumi lainnya, yakni Cibadak, Ciambar, Nagrak, Caringin, dan Kadudampit.

Selain itu, hujan disertai petir juga diprediksi meluas ke Kabupaten Karawang yang meliputi Pakisjaya, Batujaya, dan Tirtajaya.

Adapun Kabupaten Bekasi masuk dalam wilayah yang berpotensi diguyur hujan disertai petir, khususnya di wilayah Muaragembong.

"Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pkl 14.20 WIB," tulis Prakirawan BMKG Jabar.

Prediksi Musim Hujan dari BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, musim penghujan di Indonesia akan masuk pada akhir Oktober 2020 dimulai dari wilayah Indonesia Barat.

Sementara untuk puncak musim penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan terjadi Januari dan Februari 2021.

"Sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2021, yaitu sebanyak 248 ZOM (72,5%)”, ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam keterangannya.

Menurut datanya, peralihan angin monsun diprediksi akan dimulai dari wilayah Sumatra pada Oktober 2020, lalu wilayah Kalimantan, kemudian sebagian wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara pada November 2020 dan akhirnya Monsun Asia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021.

"Musim hujan pada bulan Oktober 2020, diprediksi terjadi di sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Pada bulan November 2020 diprediksi menyentuh sebagian Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Sementara sebangian Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT dan Papua akan masuk awal musim hujan di bulan Desember 2020," imbuhnya.

Dwikorita menambahkan, perlunya upaya mitigasi oleh para pemangku kepentingan dan Pemerintah Daerah yang wilayahnya diprakirakan akan mengalami musim hujan lebih maju atau lebih basah.

"Mitigasi tersebut dengan melakukan pengelolaan tata air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, antara lain dengan upaya memenuhi dan menyimpan air lebih lama ke danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya, serta penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air berlebih," katanya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers