web analytics
  

Kurkumin dalam Kunyit Berpotensi Hambat Aktivitas Covid-19

Rabu, 30 September 2020 17:08 WIB Fira Nursyabani
Gaya Hidup - Sehat, Kurkumin dalam Kunyit Berpotensi Hambat Aktivitas Covid-19, manfaat Kunyit,Kunyit pencegah Covid-19,Kunyit

Kunyit. (Pixabay/Stevepb)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kunyit termasuk dalam tanaman obat yang paling banyak digunakan di Indonesia. Di dalam kunyit, terdapat bahan aktif utama bernama kurkumin sebesar 3%-5%.

Kementerian Pertanian dalam buku saku berjudul 'Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster' menyatakan, kurkumin dapat berperan sebagai imunomodulator yang bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh.

"Kurkumin bersama beberapa bahan aktif sudah diteliti berpotensi sebagai kandidat antivirus SARS-CoV-2," tulis Kementan dalam buku tersebut.

Kurkumin juga mampu berikatan dengan reseptor protein SARS-CoV 2, melalui ikatan dengan domain protease (6Lu7) dan spike glikoprotein. Ikatan ini berpotensi untuk menghambat aktivitas Covid-19.

Hasil penelitian lain di India juga menyimpulkan bahwa kurkumin dan katekin dalam kunyit memiliki ikatan/afinitas yang kuat dengan S-protein dan ACE2. ACE2 merupakan reseptor/pintu masuk virus.

Hal itu menunjukkan bahwa kurkumin dapat memblokir reseptor sel inang untuk masuknya virus sehingga infeksi virus dapat dicegah. Selain itu kurkumin dan katekin juga merupakan imuno stimulan yang kuat.

Kurkumin diketahui menghambat pelepasan senyawa tubuh penyebab peradangan atau sitokin proinflamasi. Pelepasan sitokin dalam jumlah banyak (badai sitokin) dapat menumpuk pada organ paru-paru kemudian menimbulkan sesak. 

Dengan terhambatnya pengeluaran sitokin, maka tidak akan terjadi badai sitokin. Mekanisme ini menjelaskan peran kurkumin dalam mencegah terjadinya badai sitokin pada infeksi virus.

Kurkumin juga memiliki efek menghambat proses pertumbuhan virus, baik secara langsung dengan cara merusak fisik virus maupun melalui penekanan jalur pensinyalan seluler yang penting dalam proses replikasi virus.

Walau dinyatakan aman, namun karena kunyit juga mengandung senyawa-senyawa lain maka dianjurkan tidak dikonsumsi berlebihan.

Orang-orang yang memiliki penyakit seperti gangguan pada empedu, diabetes melitus, masalah perdarahan atau gangguan pembekuan darah, kekurangan zat besi, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), endometriosis, kanker payudara, kanker rahim dan kanker ovarium, serta ibu hamil dan menyusui disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan kunyit untuk pengobatan.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers