web analytics
  

Kemarau Basah Landa Purwakarta, Waspada 3 Bencana Ini

Rabu, 30 September 2020 16:46 WIB Dede Nurhasanudin
Umum - Regional, Kemarau Basah Landa Purwakarta, Waspada 3 Bencana Ini, Bencana Purwakarta,Potensi bencana Purwakarta,Puting beliung Purwakarta,Longsor Purwakarta

Ilustrasi banjir. (Ist)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Wilayah Kabupaten Purwakarta mulai dilanda kemarau basah menjelang musim hujan. Masyarakat diminta mengantisipasi tiga bencana musiman yang paling berpotensi terjadi, yakni tanah longsor, banjir, dan angin ribut (puting beliung).

"Sebenarnya, saat ini masih musim kemarau. Tapi terkadang masih ada hujan deras. Fenomena ini, lebih dikenal dengan istilah kemarau basah. Jadi, anomali cuaca ini memang harus diantisipasi," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Becana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono, Rabu (30/9/2020).

Ia menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan mengenai bencana alam longsor, begitu juga dengan banjir. Hanya, pada pekan kemarin ada laporan angin ribut.

“Pekan kemarin kami menerima laporan ada belasan rumah mengalami kerusakan di bagian atapnya saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Itu, di sekitar Kecamatan Darangdan,” ujar dia.

Tanah longsor, kata dia, berpotensi terjadi di sejumlah desa di 12 kecamatan, di antaranya Kecamatan Pondoksalam, Bojong, Darangdan, dan Wanayasa.

Ia menambahkan, ketiga wilayah itu memiliki perbukitan yang kontur tanahnya jenis lempung. Sehingga, saat diguyur hujan, tanah tersebut bisa menjadi medan luncur.

Sementara itu wilayahnya masih belum berpotensi banjir besar. Jika pun ada itu adalah banjir Cileuncang yang diakibatkan adanya drainase yang tersumbat sampah.

“Kalau untuk daerah yang rawan puting beliung, hampir seluruh kecamatan itu berpotensi. Namun, yang paling kita awasi itu kecamatan kota dan Babakancikao,”  ucap dia.

Sementara itu, terkait kerusakan belasan rumah akibat angin ribut di Kecamatan Darangdan, Pemkab Purwakarta saat itu juga langsung bergerak cepat. Melalui Bagian Kesra, pemerintah memberikan bantuan untuk perbaikan kerusakannya.

“Dari laporan yang kami terima, ada 13 rumah di lima desa yang mengalami kerusakan. Kebanyakan kerusakannya dibagian atap. Sesuai arahan bupati, kami telah menyalurkan bantuan untuk perbaikan. Untuk besarannya bervariasi, tergantung dari kerusakannya,” ujar Kabag Kesra Setda Purwakarta, AM Sundari menambahkan.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers