web analytics
  

Indonesia Absen di Denmark Open

Rabu, 30 September 2020 16:34 WIB Icheiko Ramadhanty
Olahraga - Sport, Indonesia Absen di Denmark Open, Denmark Open,Indonesia absen Denmark Open,hendra setiawan,Badminton World Federation (BWF)

Logo BWF. (Ist)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Tim Bulu Tangkis Indonesia harus ikhlas menerima keputusan tidak dapat berlaga di kejuaraan Eropa, Denmark Open. Ketidakikutsertaan tim Indonesia berawal dari pengunduran diri pada ajang bergengsi Thomas dan Uber Cup 2020 yang juga diselenggarakan di Denmark.

Awalnya, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) merencanakan ada tiga kejuaraan di Denmark, yaitu Thomas dan Uber Cup, Denmark Open, dan Denmark Masters.

Namun, banyaknya negara besar yang memutuskan undur diri di beberapa kejuaraan Eropa akibat pandemi, membuat BWF hanya akan melakoni satu kejuaraan saja, yaitu Denmark Open.

Denmark Open akan digelar pada 13-18 Oktober di Kota Odense Denmark. Menanggapi absennya Indonesia di kejuaraan Denmark Open, pebulutangkis Hendra Setiawan angkat bicara.

Hendra mengatakan keputusan pemain Indonesia untuk tidak berpartisipasi di kejuaraan Eropa telah dipertimbangkan matang-matang.

endra dan timnya berharap di tahun depan situasinya akan membaik, seiring dengan persiapan penyelenggara yang bisa lebih komprehensif, mengingat ini adalah turnamen yang melibatkan banyak pemain dari banyak negara. 

"Kalau tahun ini kami memang belum berani untuk menempuh perjalanan jauh seperti ke Eropa. Sambil dilihat juga tahun depan seperti apa. Kemungkinan sih tahun depan akan bisa mulai lagi," jelas Hendra dalam keterangan resminya kepada PP PBSI, Rabu (30/9/2020).

"Protokol kesehatan yang diterapkan negara penyelenggara juga menjadi salah satu faktor yang membuat pemain merasa aman untuk bertanding," katanya.

Meskipun banyak cabang olahraga (cabor) yang sudah memulai kompetisi seperti tenis, sepakbola dan lain sebagainya, namun bulu tangkis yang secara tata pelaksanaannya lebih rumit, masih belum bisa kembali seperti sedia kala.

Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund angkat bicara mengapa penyelenggaraan kompetisi bulu tangkis begitu rumit diselenggarakan di tengah pandemi.

Dia mengatakan bahwa bulu tangkis melibatkan banyak negara yang memiliki aturan dan ketentuan berbeda-beda terkait antisipasi Covid-19.

"Di setiap ada turnamen, ada 300 atau kadang lebih dari 400 pemain dari 40-60 negara yang berbeda," kata Lund dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/9/2020) malam. 

"Tantangan terbesarnya adalah bagaimana membuat atlet-atlet ini bisa keluar dari negara mereka sendiri yang punya aturan mengenai Covid-19, serta memasuki negara lain dengan prosedur karantina dan sebagainya," lanjutnya.

Hal inilah yang menurut Lund menjadi tantangan tersendiri bagi bulu tangkis untuk kembali berjalan. Penyelenggaraan bulu tangkis yang melibatkan banyak pemain dari banyak negara, serta perjalanan lintas perbatasan negara di masa pandemi adalah hal yang tidak mudah untuk diimplementasikan. 

"Setiap negara punya regulasi berbeda terkait Covid-19, sehingga hal ini membuat permasalahan menjadi lebih rumit untuk mengumpulkan orang sebanyak itu di satu lokasi untuk mengikuti sebuah turnamen. Inilah yang kami usahakan hingga saat ini salah satunya dengan mengadakan sejumlah turnamen di satu tempat yang sama," jelas Lund.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers