web analytics
  

Uji Klinis Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Jalani Ambil Darah Pertama

Rabu, 30 September 2020 16:23 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Uji Klinis Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Jalani Ambil Darah Pertama, Relawan Vaksin Covid-19,Vaksin Covid-19,vaksin corona,Relawan uji vaksin Covid-19,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Tangkapan layar video Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam konferensi pers. (Dok. Humas Pemprov Jabar)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan para relawan uji klinis vaksin Covid-19 lainnya menjalani proses pengambilan darah pertama di Puskesmas Garuda Kota Bandung, Rabu (30/9/2020).

Tahap pengambilan darah ini adalah kunjungan ketiga atau V3 bagi para relawan yang menjadi subjek uji klinis tahap III vaksin Covid-19 Sinovac.

"V3 adalah proses pengambilan darah relawan setelah dua kali penyuntikan vaksin dilakukan Di tangan saya dilakukan pengambilan darah seperti pada umumnya," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Ia mengatakan, dari sampel darah yang diambil, nantinya tim peneliti akan melihat ada tidaknya reaksi yang terbentuk setelah vaksin disuntikkan. Idealnya, pada darah yang telah disuntikkan vaksin tersebut terbentuk antibodi terhadap Covid-19.

"Harapannya reaksinya adalah peningkatan antibodi sesuai yang diharapkan, mendekati 90%. Sehingga bisa dikategorikan punya imunitas terhadap Covid-19," ungkapnya.

Ia mengatakan, pengambilan sampel darah tersebut akan dilakukan dua kali. Pengambilan kedua dijadwalkan pada Desember 2020.

"Setelah itu akan diteliti kemungkinan hasil akhirnya. Mohon doanya agar hasil pengambilan darah pertama dan kedua bagus, sehingga bisa mengkonfirmasi keberhasilan vaksin," ungkapnya.

Emil menuturkan, setelah Desember 2020, pengecekan terhadap dampak kesehatan dari relawan vaksin masih akan terus dilakukan hingga Maret 2021. Namun, karena urgensi untuk menghasilkan vaksin dalam waktu yang cepat sangat besar, maka produksi vaksin akan dikebut pada Desember bila sudah ada sejumlah sampel darah yang disimpulkan sesuai kriteria.

"Sambil berproses menuju Maret 2021, di Desember produksi vaksin bisa dimulai di Biofarma kalau hasilnya (uji klinis) baik," ungkapnya. 

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers