web analytics
  

Tugu Peluru, Saksi Bisu Perjuangan 7 Pahlawan Purwakarta

Rabu, 30 September 2020 13:03 WIB Dede Nurhasanudin
Umum - Regional, Tugu Peluru, Saksi Bisu Perjuangan 7 Pahlawan Purwakarta, Tugu Peluru Purwakarta,Pahlawan Purwakarta,Berita Purwakarta,Purwakarta Hari Ini

Tugu Peluru di Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Di Kampung Sukajaga, Desa Cihanjawar, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta terdapat sebuah prasasti berbentuk unik. Masyarakat sekitar biasa menyebutnya 'Tugu Peluru' karena bentuknya menyerupai amunisi senjata.

Pada tugu itu tertera tulisan tugu prasasti korban keganasan Belanda Tahun 1948 yang dilengkapi dengan tujuh nama pejuang.

Kepala Desa Cihanjawar E.Nurhayat menjelaskan, ke tujuh nama yang tertera pada Tugu Peluru itu merupakan tokoh masyarakat Purwakarta. Mereka diculik dan ditembak tentara Belanda tepat di tempat Tugu Peluru itu tegak berdiri.

Tujuh tokoh masyarakat itu adalah Enos Sanosi, Jamhur, Jakaria, Oji, Adung, Oha, dan Arja. "Mereka merupakan pejuang," ujar dia, Selasa (29/8/2020).

Ia menyebut Tugu Peluru itu dibangun sebagai rasa hormat terhadap tujuh pahlawan yang telah berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tugu Peluru itu juga dibangun sebagai saksi bisu jika dulu pernah terjadi peristiwa yang harus dikenang hingga saat ini.

"Tugu peluru itu intinya memiliki nilai sejarah," kata pria akrab disapa Babab itu.

Ia memperkirakaan Tugu Peluru dibangun pada masa pejabat sementara Kepala Desa Cihanjawar bernama Ruslan sekitar 1980, sebelum terjadi pemekaran dengan Desa Pasanggrahan sekitar 1987. Kepala Desa pertama Cihanjawar sendiri adalah Jahri Priatna.

"Setelah pembangunan pertama hingga saat ini Tugu Peluru itu tetap dijaga dengan baik," kata dia.

Tugu Peluru telah mendapat renovasi dari mahasiswa asal Jakarta yang tengah praktik lapangan di Desa Cihanjawar pada 2018.

"Yah kami sangat mengapresiasi, mahasiswa itu telah menunjukan rasa hormat kepada para pejuang," ucap Babab.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers