web analytics
  

Difabel Kota Bandung Bisa Akses Terapi Gratis di Rumah Cinta Inklusi

Rabu, 30 September 2020 12:02 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Difabel Kota Bandung Bisa Akses Terapi Gratis di Rumah Cinta Inklusi, Rumah Cinta Inklusi,Terapi gratis difabel bandung,terapi gratis autisme Bandung,terapi gratis down syndrome Bandung,terapi gratis cerebral palsy syndrome Bandung

Ketua Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat Kota Bandung Siti Muntamah. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

CIBEUNYING KALER, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung melalui tim Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) meresmikan Rumah Cinta Inklusi (RCI) sebagai pusat terapi dan layanan pendampingan keluarga bagi difabel. Di RCI, warga Kota Bandung dapat mengakses layanan tersebut secara cuma-cuma.

"Kami menghadirkan Rumah Cinta Inklusi sebagai tempat yang disediakan untuk terapi bagi teman-teman kita penyandang disabilitas," ungkap Wali Kota Bandung Oded M. Danial selepas meresmikan sekretariat RCI di gedung Yayasan Kanker Indonesia Kota Bandung, Jalan Cikutra nomor 276, Rabu (30/9/2020).

Ketua RBM Kota Bandung Siti Muntamah mengatakan, hingga saat ini baru tiga kategori disabilitas yang dapat dilayani di RCI, yakni autisme, down syndrome, dan cerebral palsy.

Nantinya, selain terapi bagi difabel, anggota keluarga yang sehari-harinya merawat keluarga dengan kondisi tersebut juga bisa mendapat pendampingan untuk melakukan terapi mandiri. Sehingga, mereka dapat melakukan terapi rumah masing-masing dengan baik dan sesuai prosedur.

"Kami akan membuka RCI tiga hari dalam satu pekan, setiap pagi dan sore. Setiap terapi mungkin ada 5 sampai 8 orang," ungkap Siti.

Ia mengatakan, keluarga yang mendapat pendampingan terapi mandiri tersebut nantinya akan didampingi oleh tim Rehabilitasi Medik dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Baik difabel maupun keluarganya akan dievaluasi secara bertahap untuk menentukan intensitas pendampingan yang dibutuhkan.

"Secara bertahap akan dievaluasi, tergantung hasil assesment. Apakah harus terapi dua pekan lagi atau sebulan lagi, itu tergantung kondisi pasien," ungkapnya.

"Yang jelas kami ingin mengajak keluarga untuk lebih ramah terhadap penyandang disabilitas yang ada di rumahnya. Sebelum Kota Bandung bisa menjadi kota ramah disabilitas, maka sejak dari keluarga harus memberikan keramahan tersebut terlebih dahulu," jelasnya.

Ia menargetkan, hingga akhir tahun akan ada 100 keluarga yang mendapat terapi dan pendampingan. Bekerja sama dengan RSHS, nantinya jadwal terapi hingga layanan dukungan psikologis akan dirancang.

Untuk mengakses layanan ini, pihak RCI telah menyediakan formulir daring berformat Google Form untuk diisi oleh kader RBM di tiap kecamatan dan kelurahan. Keluarga bisa berkonsultasi dengan kader RBM di wilayah masing-masing ataupun datang langsung ke sekretariat RCI.

"Nanti warga kalau mau ke sini janjian dulu, karena ini mekanisme masih baru. Dari kecamatan juga sudah banyak dan kita mulai susun, karena saat pandemi tidak bisa banyak," ungkapnya.

"Kalau mau janjian bisa langsung ke sini, nanti kita (RCI) ada di gedung YKI ini," tambahnya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers