web analytics
  

Haru, Ibu di Indramayu Wakili Terima Ijazah Anaknya yang Telah Meninggal

Rabu, 30 September 2020 10:42 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Haru, Ibu di Indramayu Wakili Terima Ijazah Anaknya yang Telah Meninggal, Universitas Wiralodra Indramayu,Ibu terima ijazah anak,Berita Indramayu,Indramayu Hari Ini

Tangkapan layar video seorang ibu mengambil ijazah anaknya yang telah meninggal dunia di Universitas Wiralodra Indramayu. (Ist)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah video wisuda yang beredar di media sosial mengundang simpati warganet. Betapa tidak, mahasiswa yang diwisuda rupanya sudah meninggal dunia dan kelulusannya diwakili sang ibu.

Berlangsung di Universitas Wiralodra Indramayu, video itu memperlihatkan 2 wanita menghadiri sebuah acara wisuda. Salah satu di antaranya memegang foto seorang pria muda yang belakangan diketahui merupakan anaknya, Radja Adam Zagwani.

Sang ibu, dipandu seorang wanita lain di belakangnya, mendekati tempat dia menerima ijazah kelulusan sang anak. Prosesi itu berlangsung haru kala sang ibu mulai menangis.

Isak tangis pun terdengar dari sejumlah orang yang menghadiri wisuda. Selain menerima ijazah, sang ibu juga menerima salam dari rektor.

Rektor Universitas Wiralodra Indramayu Ujang Suratno membenarkan peristiwa itu. Dia mengaku sedih dan terpukul dengan kepergian Adam, panggilan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wiralodra Indramayu itu.

"(Adam) sudah seperti anak sendiri, kebetulan saya pernah mengajarnya," ungkap Ujang, Selasa (29/9/2020).

Rektor Universitas Wiralodra Indramayu, Ujang Suratno. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

Adam, menurutnya, meninggal dunia setelah menderita demam berdarah dengue pada 17 Maret 2020. Sebelum ajal menjemput, Adam dipastikan Ujang, telah mengetahui ihwal kelulusannya.

Pria muda itu pun dalam penantian menuju hari wisuda ketika penyakit yang dideritanya membawa ke tempat lain. Adam pun tak pernah tahu rasanya mencapai kelegaan dan puncak kebahagiaan kala ijazah berada di tangannya.

Pihak kampus, ujar Ujang, sebenarnya telah mengagendakan prosesi bagi wisuda bagi para mahasiswanya pada 28 Maret 2020. Sayang, pandemi Covid-19 menghalangi rencana itu.

"Wisuda diundur karena pendemo," ujarnya.

Ketika adaptasi kebiasaan baru diberlakukan, para mahasiswa yang belum menerima ijazah pun menghendaki wisuda digelar segera. Pada 26 September 2020, wisuda pun digelar bagi Adam dan mahasiswa lain.

Prosesi itu dibagi dalam 4 sesi dan Adam termasuk mahasiswa yang menerima ijazah pada sesi ke-3. Ia sebelumnya tak menyangka Adam telah meninggal dunia dan merasa lemas saat mengetahuinya.

Universitas Wiralodra Indramayu. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

Ujang mengenal Adam sebagai mahasiswa yang rajin dan aktif di berbagai kegiatan. Prestasinya di bidang akademik pun membanggakan dengan IPK akhir 3,04.

Sepeninggal Adam, dia berharap pemuda itu diterima di sisi Tuhan YME dan keberadaannya dahulu tetap membanggakan keluarganya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers