web analytics
  

Soal Surat Nikah Cerai, Keluarga Inggit Garnasih Temui Ridwan Kamil

Rabu, 30 September 2020 10:17 WIB
Umum - Regional, Soal Surat Nikah Cerai, Keluarga Inggit Garnasih Temui Ridwan Kamil, surat nikah Soekarno dan Inggit Garnasih,Inggit Garnasih,Soekarno di Bandung,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat bertemu keluarga Inggit Garnasih. (Instagram/@ridwankamil)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Belum lama ini, linimasa media sosial dihebohkan dengan kasus jual beli dokumen pernikahan dan perceraian asli milik Bung Karno dan Inggit Garnasih. Dokumen bersejarah tersebut dijual oleh salah satu kerabat Inggit di Bandung.

Lewat akun Twitter pribadinya pada Selasa (29/9/2020), Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kami mengatakan ia sudah bertemu dengan keluarga besar Inggit Garnasih.

Ridwan Kamil mengatakan mereka telah menyampaikan kesepakatan agar surat nikah dan akta cerai atas nama Bung Karno Inggit Garnasih diberikan kepada negara.

"Siang kemarin menerima kedatangan keluarga besar Ibu Inggit Garnasih yang menyampaikan kesepakatan masyoritas keluarga (para cucu Ibu Inggit ternyata ada 7 orang dari 2 anak angkat Bu Inggit) untuk menyerahkan surat nikah dan akta ceria Bung Karno dan Ibu Inggit Garnasih kepada negara," tuturnya.

Lebih lanjut lagi, ia tersebut menuturkan nantinya negara yang akan mengganti biayanya. Keluarga besar hanya perlu menyerahkan kepada aturan dan regulasi yang ada.

"Tidak untuk dijual kepada kolektor pribadi. Bahwa negara nanti akan mengganti biayanya, keluarga besar menyerahkan kepada aturan dan regulasi yang ada," jelasnya.

Surat keterangan Nikah Soekarno-Inggit (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Ridwan Kamil dalam cuitannya juga mengatakan bahwa apabila semua rencana berjalan dengan baik, dokumen bersejarah tersebut akan lebih afdol jika dititipkan atau disimpan di Gedung Arsip Nasional.

"Insya Allah jika semua rencana berjalan baik, kami akan proses secara prosedural dimana menurut hemat kami, dokumen bersejarahnya akan afdol jika disimpan di Gedung Arsip Nasional, bukan di lingkungan Pemprov Jawa Barat," ungkapnya.

Dijual di Media Sosial

Awal mulanya surat nikah dan surai cerai tersebut terkuak dari unggahan akun @popstoreindo. Akan tetapi, setelah dicek kembali, unggahan tersebut telah dihapus oleh si pemilik akun. Kabar tentang penjualan dokumen resmi Bung Karno tersebut sontak viral. Foto tangkapan layar unggahan tersebut sempat diambil dan telah beredar luas di media sosial.

Pemilik akun Twitter @constantane pun mengunggah ulang kabar penjualan dokumen berharga tersebut.

"Di IG ada yang jual surat nikah dan surat cerai asli Presiden Soekarno dan Ibu Inggit Garnasih. Didapat dari cucu Ibu Inggit," tulisnya, pada Rabu (23/9/2020).

Dalam cuitannya, ia menyertakan foto tangkapan layar unggahan akun @popstoreindo yang ikut bantu menjual dokumen tersebut.

Surat akta cerai Soekarno-Inggit (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

@Popstore mengatakan bahwa surat resmi dan bersejarah tersebut dimiliki oleh seorang bapak di Bandung yang tidak lain adalah cucu dari Inggit Garnasih.

"Saya kaget pas baca dokumen sangat bersejarah ini, baru tahu juga ternyata yang jadi saksi cerainya Bung Karno dan Bu Inggit adalah Bung Hatta, Ki Hadjar Dewantara dan KH. Mas Mansoer,"tulis @Popstore.

"Yang minat serius PM saya aja langsung dan cek barang ke rumahnya. Harga sangat amat mahal super fantastis!" tegasnya.

Disimpan ahli waris

Ayobandung.com sempat menemui Tito Zeni Asmara Hadi (73), cucu Inggit Garnasih di Sekretariat Komunitas Aleut. Ia mengatakan, arsip bersejarah tersebut masih tersimpan rapi di kediamannya.

Tito mengaku mewarisi beberapa benda bersejarah milik Inggit sejak 1982 atau 2 tahun sebelum Inggit meninggal dunia. Dia dipercaya untuk menyimpan berbagai benda tersebut yang salah satunya adalah surat nikah dan akta cerai asli antara Inggit dan Bung Karno.

Cucu Inggit Garnasih, Tito Zeni Asmara Hadi (73). (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Setelah menemukan surat bersejarah itu, Tito langsung menemui sang nenek. Dengan ditemukannya surat itu, Inggit pun meminta Tito agar menyimpan berkas-berkas tersebut.

"Saya kasih ke Bu Inggit. 'Ini Neng, simpen, ini berkasnya' kata saya. Setelah dilihat, Neng bilang untuk disimpan dan dirawat. Maaf sebelumnya, saya manggil Bu Inggit 'Neng', karena kakak saya dulu gak bisa panggil beliau Nenek karena cadel tapi Neng, jadi saya keterusan, saya juga panggil beliau, Neng," kata Tito.

Hingga kini amanat sang nenek Tito tetap laksanakan dan pegang. Bahkan tak lama setelah surat nikah dan akta cerai Inggit-Soekarno ditemukan, ada orang yang menawar untuk membeli. Menutut Tito, mereka mengaku ingin mengoleksi arsip bersejarah itu.

"Ada orang yang datang namanya Mas Agung yang menceritakan surat kawin dan surat cerai itu pada saya, saya tidak tahu mereka dapat kabar itu dari mana. Tapi saya tidak jual karena memegang amanat untuk menjaga. Kira-kira waktu itu ditawari Rp400 juta," ucap Tito.

Sesuai amanat, Tito tidak melepas arsip tersebut kepada sembarang orang padahal angka yang ditawarkan kolektor kala itu terbilang fantastis.

Dia juga mengatakan, ada wasiat yang disampaikan sang nenek terhadap arsip tersebut. Menurut Tito, apabila dokumen itu terjual, uang hasil penjualan dokumen tersebut ingin digunakan untuk membangun rumah sakit bersalin.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers