web analytics
  

Zona Oranye, Kasus Positif Covid-19 di Cimahi Bermunculan

Selasa, 29 September 2020 23:05 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Zona Oranye, Kasus Positif Covid-19 di Cimahi Bermunculan, Zona Oranye,Covid-19 di Cimahi

Penanganan pasien positif covid-19. (Kavin Faza)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Meskipun Kota Cimahi sudah menjadi zona orange Covid-19, namun kasus positif akibat terpapar virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan China ini masih tergolong tingggi. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hingga saat ini sudah ada 316 warga Kota Cimahi yang terpapar Covid-19. Rinciannya, sebanyak 244 orang sudah dinyatakan sembuh, 8 meninggal dunia, dan 64 terkonfirmasi aktif. 

"Awalnya kan sempat zona merah sekarang jadi zona oranye, tapi kasusnya belum turun. Malah kecenderungan ada kenaikan lagi," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Selasa (29/9/2020).

Dia menjelaskan, untuk kasus keseluruhan, dalam sepekan terakhir penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) dan kembalinya status zona orange, jumlah warga Kota Cimahi yang terpapar Covid-19 malah cenderung meningkat. 

"Hampir setiap hari ada penambahan kasus positif, kebanyakan dari cluster keluarga. Tapi kami cukup terobati dengan banyaknya pasien sembuh yang juga terus bertambah," sambungnya. 

Menurutnya, klaster keluarga kini menjadi ancaman dalam penularan Covid-19. Tercatat hingga saat ini ada 43 kluster keluarga yang terpapar virus tersebut. 

Jumlah warga Cimahi yang terkonfirmasi positif terpapar virus korona dari puluhan kluster keluarga tersebut mencapai 107 orang. 

Sistem penularan kluster kelurga ini berasal dari perjalanan luar daerah atau ada anggota keluarganya yang bekerja di luar daerah. Saat mereka kembali pulang ke Kota Cimahi tanpa disadari membawa virus Covid-16 yang menularkannya ke keluarga mereka.  

"Ada salah satu anggota keluarga yang melakukan perjalanan dari Jakarta untuk urusan pekerjaan. Saat pulang, yang bersangkutan tidak menyadari jika tubuhnya terpapar karena tidak merasakan gejala. Semestinya karena Jakarta adalah zona merah, baiknya jangan dulu pulang," terangnya.
 

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers