web analytics
  

Mengenal Gingerol, Senyawa Antivirus pada Jahe

Selasa, 29 September 2020 16:03 WIB Fira Nursyabani
Gaya Hidup - Sehat, Mengenal Gingerol, Senyawa Antivirus pada Jahe, Gingerol,Antivirus jahe,Manfaat jahe,Khasiat jahe

Jahe mengandung gingerol sebagai senyawa antivirus. (Pixabay/Couleur)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Jahe dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Biasanya, masyarakat mengonsumsi jahe saat flu dan untuk menghangatkan tubuh.

Ternyata jahe juga memiliki manfaat yang banyak dicari di masa pandemi saat ini, yaitu sebagai antivirus. Gingerol merupakan komponen utama yang berperan sebagai antivirus dalam jahe.

Disarikan dari Buku Saku 'Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster' terbitan Kementerian Pertanian, hasil studi baik in-vitro maupun in-vivo menunjukkan, ekstrak jahe memiliki aktivitas biologis salah satunya sebagai antivirus. 

Pengujian aktivitas antivirus gingerol antara lain dalam percobaan pemberian jahe pada sel saluran pernafasan manusia.

Jahe segar yang banyak mengandung gingerol dapat menurunkan infeksi human respiratory syncytial virus (HRSV) sebesar 70% (pada sel bagian atas dan bawah). Sedangkan jahe kering hanya dapat menekan infeksi sebesar 20% (hanya pada sel bagian atas).

Studi lain yang dilakukan pada sel darah manusia yang berinti bulat (peripheral blood mononuclear cell/PBMC) menunjukkan, ekstrak air jahe memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi dan antivirus new castle disease (NDV). 

Jahe juga membantu membunuh virus flu dan gejala-gejalanya seperti demam dan batuk pilek. Meningkatkan asupan makanan dan minuman yang kaya antioksidan seperti ekstrak jahe dapat memerangi peradangan dan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat.

Cita rasa pedas pada jahe segar juga berasal senyawa gingerol, sedangkan pada jahe kering, rasa pedas dikontribusikan oleh senyawa shogaol, yang merupakan produk degradasi termal dari gingerol .

Jahe tergolong herbal yang aman untuk dikonsumsi. Hanya sedikit kasus efek samping yang dilaporkan akibat konsumsi jahe sebagai suplemen. Studi klinis asupan jahe pada dosis 400 mg sebanyak 3 kali per hari selama 14 hari berturut-turut menunjukkan adanya efek samping minor berupa diare.

Asupan jahe lebih dari 6 gram dapat menyebabkan iritasi pada lambung. Selain itu, reaksi alergi juga dapat terjadi apabila menghirup serbuk jahe.       

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers