web analytics
  

Krisis Finansial, All England Terancam Batal Digelar Tahun Depan

Selasa, 29 September 2020 15:25 WIB
Olahraga - Sport, Krisis Finansial, All England Terancam Batal Digelar Tahun Depan, Turnamen Bulu Tangkis All England,Bulu Tangkis Dunia,All England Tahun Depan Terancam Batal

Ilustrasi bulutangkis (Shutterstock)

AYOBANDUNG.COM-- Turnamen bulu tangkis bergengsi dan tertua di dunia, All England terancam batal digelar tahun depan. Penyebabnya adalah Krisis finansial yang dialami Badminton England akibat pandemi virus Corona.

Apabila benar-benar tak digelar tahun depan, hal itu akan jadi peristiwa sejarah bahwa untuk kali pertama sejak Perang Dunia II All England tak dipertandingkan.

Terakhir kali All England mengalami kevakuman atau tak digelar adalah pada periode 1940-1946. Saat itu kondisi dunia tengah berkecamuk akibat perang antara sekutu dan Jerman.

Kemungkinan tidak digelarnya All England tahun depan diumumkan Kepala Eksekutif Badminton England, Adrian Christy lewat laman resmi AllEnglandBadminton.com.

"Sayangnya, setelah pengumuman terbaru dari pemerintah, kami sekarang melihat kemungkinan nyata bahwa All England tidak berlangsung untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II," kata Christy.

Salah satu faktor utama turnamen bulutangkis tertua dunia itu terancam tak digelar tahun depan adalah masalah finansial Badminton England.

Christy mengatakan bahwa keputusan pemerintah untuk meniadakan penonton di setiap ajang olahraga minimal dalam enam bulan ke depan, membuat pihaknya terancam merugi apabila tetap menggelar All England.

"Prioritas nomor satu saya adalah keberlanjutan bulu tangkis Inggris, terutama saat ini, dan Kejuaraan All England adalah bagian utama dari perekonomian kita," kata Christy.

"Saya sekarang meminta Pemerintah untuk memberikan dukungan finansial sebesar £ 1 juta yang akan melindungi All England Championships dan mengurangi tekanan pada salah satu olahraga yang paling banyak diikuti di negara ini," tandasnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dudung Ridwan
dewanpers