web analytics
  

Erick Thohir Lebur 14 BUMN, Ini Pendapat Denny Siregar

Selasa, 29 September 2020 19:47 WIB
Umum - Nasional, Erick Thohir Lebur 14 BUMN, Ini Pendapat Denny Siregar, Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir. (Suara.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Dalam waktu dekat, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir akan melikuidasi 14 perusahaan BUMN lagi. Proses likuidasi melalui PT. Perusahaan Pengelola Aset (persero). Sebelumnya, Erick telah melakukan perampingan dari 142 perusahaan menjadi 107 perusahaan.

“Ke depan akan ada BUMN yang akan dipertahankan dan dikembangkan ada 41 BUMN. Yang dikonsolidasikan atau dimerger ada 34, yang dikelola PPA 19 dan yang akan dilikuidasi melalui PPA ada 14. Ini akan membuat BUMN jadi ramping,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam diskusi secara virtual, Selasa (29/9/2020).

Pembubaran perusahaan BUMN mendapatkan sorotan dari sejumlah kalangan, di antaranya pegiat media sosial Denny Siregar. Akibat jumlah kursi BUMN semakin sedikit, dia menyindir, "makin sempit aja kursi komisaris, makin banyak yang teriak-teriak."

Komentar Denny Siregar mengundang reaksi pro dan kontra terhadap perampingan perusahaan BUMN. Tetapi sebagian besar netizen setuju dengan kebijakan tersebut.

Sementara itu, dalam proses likuidasi, kata Arya dalam diskusi, kementerian berpedoman dari aturan pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2005 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Dan Perubahan Bentuk Badan Hukum Badan Usaha Milik Negara yang akan dibuat dalam waktu dekat ini.

Dengan adanya aturan baru itu, kementerian yang tadinya tak bisa melakukan likuidasi menjadi boleh dilakukan.

"Kita mau perluasan supaya bisa melikuidasi, memerger perusahaan yang masuk dalam kategori dead weight. Yang mana artinya tidak mungkin lagi bisa diapa-apain," kata Arya.

Dengan adanya aturan baru itu, kementerian yang tadinya tak bisa melakukan likuidasi menjadi boleh dilakukan.

"Kita mau perluasan supaya bisa melikuidasi, memerger perusahaan yang masuk dalam kategori dead weight. Yang mana artinya tidak mungkin lagi bisa diapa-apain," kata Arya.

Arya menambahkan salah satu BUMN yang dikatakan dead weight yaitu PT. Merpati Nusantara Airlines, yang mana saat ini sudah tak beroperasi, tetapi perusahaannya masih ada.

"Ada Industri Gelas misalnya, lalu Kertas Kraft, itu seperti itu. Kita nggak bisa apa-apa, karena nggak punya kewenangan untuk melikuidasi atau memerger perusahaan," kata dia.

Perampingan BUMN merupakan salah satu program yang dicanangkan Erick ketika awal ditunjuk menjadi menteri.

"Tahun ini kita kejar lagi, kalau bisa di angka 90-80 BUMN, bahkan kalau bisa 70 BUMN untuk beberapa tahun ke depan," kata dia.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Waspada, Mudik Bisa Perburuk Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional Sabtu, 15 Mei 2021 | 06:14 WIB

Mobilitas warga selama Lebaran tak terhindari.

Umum - Nasional,  Waspada, Mudik Bisa Perburuk Kasus Covid-19 di Indonesia, Mudik Lebaran,Larangan Mudik 2021,Kasus Covid-19 Indonesia

Pakar Javanologi Sebut Pulau Jawa Sudah Rapuh dan Renta

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 18:20 WIB

Fakta mengejutkan disampaikan pakar javanologi yang juga spiritualis, Ir Tukimin Wisanggeni. Ia menyebut Pulau Jawa kini...

Umum - Nasional, Pakar Javanologi Sebut Pulau Jawa Sudah Rapuh dan Renta, Pulau Jawa,Pulau Jawa tua renta,javanologi,Tukimin Wisanggeni

BMKG: Nias Barat Diguncang Belasan Gempa Susulan

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 18:00 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya belasan kali gempa susulan setelah gempa bermagnitud...

Umum - Nasional, BMKG: Nias Barat Diguncang Belasan Gempa Susulan, BMKG,gempa nias barat,Gempa Nias,Gempa Sumatera Utara,gempa tektonik,gempa susulan Nias

BMKG: Gempa di Samudra Hindia Tidak Berpotensi Tsunami

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 16:44 WIB

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempa bumi di wilayah Samudera Hindia, P...

Umum - Nasional, BMKG: Gempa di Samudra Hindia Tidak Berpotensi Tsunami, gempa nias barat,Gempa Nias,Gempa Samudera Hindia,BMKG,Gempa Sumatera Utara

BMKG Ralat Gempa Nias Barat Jadi Magnitudo 6,7

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 16:20 WIB

Analisis semula gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2.

Umum - Nasional, BMKG Ralat Gempa Nias Barat Jadi Magnitudo 6,7, gempa nias barat,gempa tektonik,BMKG,Gempa Nias,Gempa Sumatera Utara

Menhub Berang PT KCI Tidak Profesional, Ini Penyebabnya

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 14:42 WIB

Menhub Berang PT KCI Tidak Profesional, Ini Penyebabnya

Umum - Nasional, Menhub Berang PT KCI Tidak Profesional, Ini Penyebabnya, menhub,Budi Karya Sumadi,pt kci,Prokes Covid-19,mudik,Rapid Test Antigen

Penyekatan Mudik Berhasil Kurangi 50% Kendaraan Keluar Jakarta

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 14:06 WIB

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, mengatakan kebijakan penyekatan larangan mudik Lebaran selama delapan hari at...

Umum - Nasional, Penyekatan Mudik Berhasil Kurangi 50% Kendaraan Keluar Jakarta, Penyekatan mudik 2021,Larangan Mudik 2021,Larangan Mudik,penyekatan mudik jakarta,Polda Metro Jaya

Nias Barat Diguncang Gempa Magnitudo 7,2

Nasional Jumat, 14 Mei 2021 | 14:01 WIB

Nias Barat Diguncang Gempa Magnitudo 7,2

Umum - Nasional, Nias Barat Diguncang Gempa Magnitudo 7,2, gempa nias barat,Gempa Terkini,bmkg
dewanpers