web analytics
  

Heboh Penemuan Puluhan Celana Dalam Ibu-ibu di Cianjur

Selasa, 29 September 2020 19:13 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Heboh Penemuan Puluhan Celana Dalam Ibu-ibu di Cianjur, Celana Dalam Ibu-ibu,Berita Cianjur,Pencurian Celana Dalam

Seorang warga menunjukan tempat penemuan puluhan celana dalam milik ibu-ibu. (Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Warga Kampung Pangarengan RT 02 RW 02 Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, digegerkan dengan penemuan puluhan celana dalam ibu ibu di kamar mandi tak terpakai di Masjid Jami Al Hidayah dan genting rumah warga, Selasa (29/9/2020).

Ibu-ibu yang merasa kehilangan celana dalam beramai-ramai mendatangi tempat penemuan tersebut. Mereka tersipu malu bercampur marah dan kesal lantaran salah satu celana dalamnya ada di situ.

Ketua RT 02 Agus Kurnia (49) mengungkapkan, sebenarnya kejadian hilangnya celana dalam ibu-ibu sudah berlangsung selama tiga tahun. Tapi baru kali ini ditemukan.

“Sudah lama adanya kabar celana dalam ibu-ibu hilangsaat dijemur, tapi mungkin karena malu dan harganya tak seberapa, hanya sebatas perbincangan antar mereka saja,” ujar Agus Kurnia seraya menahan tawa saat dihubungi wartawan, Selasa (29/9/2020).

Agus melanjutkan, tidak sengaja ada warga yang hendak bersih-bersih kamar mandi tersebut. Kaget menemukan sekitar 30 celana dalam ibu-ibu.

“Warga lapor ke saya tentang penemuan celana dalam di kamar mandi, saya bersama ibu-ibu yang lain mendatangi lokasi tersebut, benar saja puluhan celana dalam menumpuk. Bahkan sebagian ada yang di atas genting,” katanya.

Mengenai pelaku pencuri celana dalam, Agus mengatkaan hingga kini belum ditemukan. Kemungkinan mengalami kelainan jiwa atau kelainan seks. “Rada gelo jelemana (kurang waras orangnya),” singkatnya.

Kepala Desa Kertajaya Sunandar mengaku merasa jengkel dengan tingah laku pelaku pencuri celana dalam ibu-ibu ini. Bukan masalah barangnya, melainkan kelakuannya.

“Kesel aja merasa diledek aja. Saya bersama Babinkamtibmas, Babinsa, BPD dan warga akan berupaya menangkap pelakunya,” katanya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers