web analytics
  

Kota Cirebon Zona Merah, Kasus Positif Mencapai 233 Orang

Selasa, 29 September 2020 17:44 WIB Andres Fatubun
Umum - Regional, Kota Cirebon Zona Merah, Kasus Positif Mencapai 233 Orang , Kota Cirebon Zona Merah,Cirebon Zona Merah,Berita Cirebon,Berita Cirebon Hari Ini

Swab Test (Ayocirebon.com)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM – Kota Cirebon kembali mencatat penambahan kasus Covid-19. Berdasarkan data dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kota Cirebon, Selasa (29/9), jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon mencapai 233 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 71 orang menjalani isolasi, 146 selesai isolasi dan 16 orang meninggal dunia.

Jumlah itu bertambah satu kasus baru dibandingkan sehari sebelumnya, yang mencapai 232 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Edy Sugiarto, mengungkapkan, penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) telah membuat orang bebas bepergian dan beraktivitas kemanapun. Kota Cirebon, sebagai pusat perdagangan dan jasa di wilayah Ciayumajakuning, selama ini selalu didatangi banyak orang dari berbagai daerah lainnya.

"Di Kota Cirebon dalam sehari ada satu juta orang masuk (di siang hari). Jadi sulit. Tinggal 'panen' saja terus, sampai nanti ada vaksin," kata Edy.

Edy mengatakan, para tenaga kesehatan (nakes) juga sudah kelelahan. Mereka sudah bekerja keras selama enam bulan terakhir dalam menangani para pasien Covid-19.

Nakes sudah kelelahan 
Sejauh ini, sedikitnya 12 dokter di Kota Cirebon terpapar Covid-19. Salah satunya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat, Edial Sanief.

"Melelahkan, tenaga kesehatan sudah letih, sudah 6 bulan lebih (pandemi). Bukan hanya mental, hati dan pikiran juga (lelah) karena mereka bekerja berhadapan dengan pasien positif Covid-19," aku Edy, Senin (28/9/2020).

Selain kelelahan, otoritas penanganan Covid-19 Kota Cirebon pun kini mulai menghadapi krisis ketersediaan tempat tidur untuk perawatan pasien. Di gedung eks BKKBN yang dimanfaatkan sebagai lokasi karantina pasien berstatus ringan dan tanpa gejala, kini tersisa 2 tempat tidur kosong.

Sementara, di RSD Gunung Jati sebagai salah satu rumah sakit yang merawat pasien bergejala sedang hingga berat, sekitar 80% tempat tidur sudah terisi. Edy menyebut, secara keseluruhan, situasi di Kota Cirebon kini semakin menyulitkan.

"Sudah sulit, AKB (adaptasi kebiasaan baru) dibuka, semua dibuka. Orang berkeliaran dari mana-mana, tinggal 'panen' saja terus sampai ada vaksin," ungkapnya.

Untuk menangani ini, strategi utama yang dijalankan pihaknya terletak pada testing/pengujian, tracing/penelusuran, treatment/perawatan, hingga isolating/karantina, secara masif.

Dia mengklaim, sejauh ini sudah melakukan testing bagi 4% dari total jumlah penduduk, sementara capaian tracing sekitar 7.000 jiwa.

Di sisi lain, mengantisipasi ledakan kasus, pihaknya pun tengah menyiapkan sedikitnya 200 kamar pada 3 hotel yang disewa sebagai lokasi karantina.

"Kami juga menambah nakes dengan membuka rekrutmen. Sudah ada 2 dokter yang diwawancara dan lolos," ujarnya.

Rekrutmen terbuka dilakukan dengan alasan kelelahan yang dialami para dokter puskesmas. Dalam sehari, imbuhnya, mereka harus menangani 100-200 pasien, ditambah pasien di gedung eks BKKBN.

Dibutuhkan total 36 paramedis dan 18 tenaga umum untuk ditempatkan di 3 hotel yang menjadi lokasi karantina. Rencananya, mereka mulai bertugas 1 Oktober 2020.

Dia memastikan insentif bagi nakes lancar, terutama yang bersumber dari APBD. Kabar baik lain selain insentif, dia pun menjamin ketercukupan alat pelindung diri (APD) hingga Desember 2020.

Kota dan Kabupaten Cirebon Zona Merah
Sebanyak 5 daerah di Jawa Barat (Jabar) hingga Senin (28/9/2020) masuk dalam zona merah risiko penyebaran corona alias risiko tinggi. Kelima daerah itu yakni Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon. Lantas, sekarang Bandung di zona apa?

Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dalam konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (28/9/2020), mengatakan.

"Minggu ini ada perubahan status. Daerah zona merah adalah Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, lalu dua-duanya Kota dan Kabupaten Cirebon." ungkapnya, Senin (28/9/2020).

Di minggu sebelumnya, yakni per 22 September 2020, terdapat 3 daerah di Jabar yang masuk zona merah, yaitu Kabupaten Karawang, Kota Cirebon, dan Kota Bekasi.

Angka reproduksi kasus corona di Jabar, kata dia, masih berada di kisaran 1, yakni di angka 1,04 minggu ini. Hal tersebut diklaim masih menunjukan bahwa tingkat kecepatan penularan virus masih terkendali.

"Angka reproduksi kita masih di kisaran 1. Yaitu 1,04. Ini menandakan tingkat kecepatan penularan masih relatif terkendali," ungkapnya.

"Kepentingan masyarakat tetap harus diutamakan," tegasnya.

Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati meyakinkan, sosialisasi ihwal penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 kepada publik terus dilakukan, mengingat penyebaran yang meningkat.

"Sosialisasi kepada warga terus dilakukan," cetusnya.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers