web analytics
  

Kota Bogor Kembali Zona Merah, PSBMK Diperpanjang 2 Pekan

Selasa, 29 September 2020 15:05 WIB Husnul Khatimah
Umum - Regional, Kota Bogor Kembali Zona Merah, PSBMK Diperpanjang 2 Pekan, Kota Bogor Zona Merah Corona,Kota Bogor Zona Merah,Zona Merah Bogor,Wali Kota Bogor Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, setelah seminggu berstastus zona oranye Kota Bogor kembali ditetapkan sebagai zona merah Covid-19.

"Seperti yang kita ketahui Kota Bogor kembali ditetapkan sebagai zona merah yang disebabkan oleh beberapa hal," ujar Bima di Balai Kota Bogor, Selasa (29/9/2020).

Ditetapkannya Kota Bogor sebagai zona merah ini bertepatan dengan berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK). Oleh sebab itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersepakat untuk memperpanjang kebijakan tersebut.

"PSBMK ini akan berlanjut 2 minggu ke depan untuk kita akan evaluasi berdasar data yang ada," kata Bima. 

Dalam perpanjangan PSBMK ini, Pemkot akan fokus memperketat protokol kesehatan dan membatasi aktifitas warga namun aturan jam malam akan diperlonggar.

Diperlonggarnya aturan jam malam disebabkan oleh sedikitnya angka sebaran Covid-19 dari klaster tersebut. Saat ini, kata Bima, sebaran lebih didominasi dari klaster perkantoran.

"Mengapa Kota Bogor menjadi zona merah kembali pertama meningkatnya angka kematian, kedua sedikitnya angka kesembuhan," ujar Bima..

Selain itu kata Bima penyebab lainnya adalah keterisian ruang isolasi di rumah sakit yang semakin tinggi.

"Itulah penyebabnya kembali zona merah hal-hal itu akan kita perbaiki," katanya. 

Dia menjelaskan, berdasarkan data, angka kematian didominasi oleh orang yang memilki penyakit bawaan.

"Angka kematian sebanyak 80% disebabkan orang dengan penyakit bawaan, jadi yang punya penyakit bawaan memiliki resiko yang lebih tinggi, kedua tingkat kematian tinggi pada laki-laki," kata Bima. 

Sementara itu pasien positif didominasi oleh orang dengan usia produktif yang didominasi oleh mereka yang memiliki aktifitas di luar Kota Bogor.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers