web analytics
  

Studi PUIIPK Unpad Ungkap Tembakau Alternatif Lebih Minim Risiko

Selasa, 29 September 2020 12:43 WIB Nur Khansa Ranawati
Gaya Hidup - Sehat, Studi PUIIPK Unpad Ungkap Tembakau Alternatif Lebih Minim Risiko, PUIIPK Unpad,Tembakau Alternatif,manfaat HPTL,Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL)

Ilustrasi e-cigarette. (Unsplash)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Universitas Padjadjaran (PUIIPK Unpad) mempublikasikan temuan hasil pencarian pustaka secara sistematis pada diskusi daring bertajuk “Faktor Pengurangan Risiko Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) untuk Penerapan di Indonesia”, Senin (29/9/2020).

Hasilnya menunjukan bahwa tembakau alternatif dinilai efektif untuk mengurangi hingga menghentikan penggunaan rokok konvensional.

Olahan tembakau alternatif atau HPTL dinilai efektif dalam smoking cessation (berhenti merokok) dan smoking reduction (pengurangan intensitas merokok) karena memberikan pilihan variasi profil risiko. Mulai dari produk yang mengandung tembakau tanpa pembakaran hingga produk nikotin non-tembakau dengan atau tanpa pembakaran.

Selain itu, HPTL juga disebut memiliki risiko lebih minimal dalam hal kejadian tidak diharapkan, atau adverse event (AE) yang lebih kecil dibandingkan produk rokok konvensional. Sehingga, dampak buruk dari merokok dapat dikurangi bila perokok beralih menggunakan HPTL.

“Kami melihat pendekatan harm reduction atau pengurangan dampak buruk dapat diterapkan untuk mengatasi angka prevalensi perokok dewasa di Indonesia," ungkap ketua peneliti, Auliya A. Suwantika.

Ia mengatakan, produk HPTL yang ditinjau, meliputi e-cigarette (EC), tobacco heating system (THS), dan snus dapat berperan dalam smoking reduction dan smoking cessation. Penggunan HPTL masih dapat menyebabkan kejadian tidak diharapkan atau AE, namun secara umum memiliki nilai risiko yang lebih kecil dibandingkan rokok konvensional.

Dalam studi literatur sistematis yang dilakukan PUIPPK Unpad, diperoleh 43 studi yang
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasilnya, sebanyak 20 dari 29 studi yang fokus pada produk EC menyimpulkan bahwa EC efektif dalam smoking reduction dan cessation.

"Meskipun demikian, penggunaan EC dilaporkan berkaitan erat dengan beberapa kejadian tidak diinginkan. Sebanyak 5 studi menyimpulkan bahwa penggunaan EC masih dapat ditoleransi, tetapi efektivitasnya tidak signifikan," ungkapnya.

Sedangkan 4 studi lainnya menyimpulkan bahwa efektivitas EC tidak lebih baik dibandingkan rokok konvensional dalam hal smoking reduction dan cessation. Adapun 1 studi yang fokus pada THS menyimpulkan bahwa kejadian tidak diharapkan pada grup THS lebih rendah dari rokok konvensional.

Selain itu, sebanyak 9 studi terkait nicotine replacement therapy (NRT) menyimpulkan bahwa NRT efektif dalam smoking reduction dan cessation. Lima studi terkait snus juga menyimpulkan bahwa snus efektif dalam membantu mengurangi hingga menghilangkan kebiasaan merokok konvensional.

“Kami berharap studi ini dapat menjadi langkah awal yang baik untuk memahami potensi manfaat dan profil risiko HPTL. Namun, HTPL  harus dilihat secara holistik," ungkap Ketua PUIIPK Unpad Irma Melyani Puspitasari.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers