web analytics
  

Pentingnya Meningkatkan Literasi Digital di Era Post Truth

Selasa, 29 September 2020 12:44 WIB Netizen Sultan Azzam Husyahiri
Netizen, Pentingnya Meningkatkan Literasi Digital di Era Post Truth, Literasi Digital,Post Truth,Teknologi,interaksi,Hoaks

Ilustrasi. (Pixabay/memyselfaneye)

Sultan Azzam Husyahiri

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

AYOBANDUNG.COM -- Seiring berkembangnya zaman manusia semakin tidak terlepas dari penggunaan teknologi. Memang berkat hadirnya teknologi yang semakin canggih seluruh aktivitas sehari-hari menjadi mudah dan praktis, seperti dalam berkomunikasi contohnya.

Di zaman dulu demi menjaga kualitas dan intensitas komunikasi, setiap orang harus berinteraksi secara langsung melalui tatap muka, agar adanya respons komunikasi secara timbal balik sehingga informasi yang disampaikan bisa dipahami oleh lawan bicaranya.

Namun semenjak adanya smartphone yang canggih, untuk melakukan kegiatan komunikasi secara intens dan timbal balik menjadi sangat mudah untuk lakukan. Bahkan dengan adanya fitur-fitur canggih yang tersedia, komunikasi bisa dilakukan secara langsung bahkan melalui tatap muka tanpa terhambat oleh ruang jarak dan waktu.

Namun, smartphone yang hari ini tidak pernah terlepas dari genggaman kita juga banyak memiliki efek negatif apabila penggunanya kurang bijaksana dan teliti. Karena apa? Karena segala informasi baik yang bersifat benar maupun salah dapat dicerna oleh setiap orang berbeda-beda. Terlebih hari ini kita berada di era post truth, ketika kebenaran dapat dikalahkan oleh keyakinan pribadi dan opini publik yang dibangun tanpa memerdulikan apakah itu benar atau malah sebaliknya.

Post truth sebagai suatu era pasca-kebenaran ketika fakta atau realitas objektif sudah tidak lagi dominan dalam mempegaruhi opini publik dan justru opini publik hari ini lebih mudah digiring atas dasar kepercaayaan dan ketertarikan emosial yang mendapat dukungan terbanyak dari masyarakat. Karena itu, realitas sesungguhnya ditinggalkan dan diganti oleh kepercayaan atau narasi yang tidak harus benar hanya dengan memerlukan persetujuan dan dukungan dari kelompok yang lebih besar.

Media sosial sebagai salah satu platform yang tersedia di aplikasi smarthphone, juga menjadi salah satu pememicu timbul nya ancaman pos truth di tubuh masyarakat. Karena dengan hadirnya media sosial ruang dialog menjadi lebih terbuka secara langsung dan siapapun bisa berekspresi tanpa mempedulikan filtersisai baik menurut pandangan pribadi maupun kelompok. Selain itu, berkat adanya fitur-fitur tersebut, masyarakat dapat menyerap informasi secara lebih instan. Namun yang menjadi permasalah kali ini, kita bisa lihat banyak informasi yang secara langsung dikonsumsi masyarakat secara tanpa melakukan kajian lebih dalam untuk mengetahui fakta sesungguhnya. Yang lebih bahayanya lagi, orang yang menyerap informasi secara instan tersebut malah memperkuat opini yang belum tentu diketahui kebenaranya.

Meningkatkan budaya literasi sebagai salah satu upaya untuk mencegah dari ancaman di balik era pos truh menjadi salah satu senjata utama, khususnya dalam bidang literasi digital. Dengan cara mengerti dan memahami informasi yang didapat mulai dari sumber, isi, penanggung jawab dan mengetahui secara tepat hal-hal yang dilarang dalam dunia kepenulisan kita bisa lebih memilih dan memilah informasi yang salah dan benar, serta belum terbukti kebenaranya.

Di sisi lain dengan meningkatkan budaya literasi dapat memperluas cakrawala pengetahuan kita sehingga kita dapat menalaah isu dengan berbagai sudut pandang disertai referensi yang mempuni untuk di berikan kepada khalayak publik.  

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers