web analytics
  

Dokumen WHO yang Tidak Anjurkan Pakai Masker Bocor, Fakta atau Hoaks?

Selasa, 29 September 2020 06:43 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, Dokumen WHO yang Tidak Anjurkan Pakai Masker Bocor, Fakta atau Hoaks?, Hoaks Corona,Dokumen WHO,Hoaks masker

Sebuah unggahan di Facebook mengklaim adanya dokumen terbitan WHO dengan narasi bahwa tidak ada rekomendasi pemakaian masker saat pandemi corona. (turnbackhoax.id)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah unggahan di Facebook mengklaim adanya dokumen terbitan WHO dengan narasi bahwa tidak ada rekomendasi pemakaian masker saat pandemi corona.

Foto yang diklaim sebagai dokuman WHO ini diunggah akun Facebook Dan McGraw, Selasa (4/8/2020).

Dokumen tersebut berisikan pernyataan WHO yang tidak menganjurkan penggunaan masker selama pandemi covid-19.

Unggahan dari Dan McGraw ini telah disebarkan kembali sebanyak 16 kali dan mendapat 14 komentar.

Berikut isi narasinya:

“Does the WHO recommend wearing masks in public settings? Simple answer. No.

Thx Janice Hicks”

Apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, artinya akan seperti ini:
“Apakah WHO merekomendasikan untuk memakai masker di tempat umum? Jawabannya sangat sederhana, tidak.”

Lantas benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Berdasarkan cek fakta dan penelusuran dari turnbackhoax.id, klaim atas dokumen yang menyatakan bahwa WHO tidak menganjurkan penggunaan masker selama pandemi covid-19 tersebut merupakan klaim yang tidak benar.

Juru bicara WHO Margaret Harris mengungkapkan, dokumen yang kadung tersebar di media sosial tersebut adalah dokumen palsu.

Klaim tersebut muncur dari penelitian Dr Roger Chou yang dipermainkan konteksnya. Penelitian ini dilakukan pada musim influenza tahun 2007 hingga 2018 silam. Karena itu, dokumen tersebut tidak sama sekali menyinggung pandemi Covid-19.

Pada penelitian tersebut, Dr Roger Chou menemukan bahwa siswa yang memakai masker wajah dan mempraktikan kebersihan tangan bisa mengurangi tingkat penyakit yang mirip dengan influenza.

Selain itu, ada klaim lain yang ditemukan pada dokumen tersebut, yakni adanya kalimat "Petugas kesehatan yang menggunakan masker kain memiliki risiko lebih tinggi terkena covid-19 daripada yang mengenakan masker medis".

Klaim tersebut sebenarnya adalah kutipan studi yang dilakukan oleh Erin Silverman pada tahun 2015 silam di Fakultas Kedokteran Universitas Florida.

Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa pekerja yang menggunakan masker kain memiliki tingkat infeksi virus influenza yang lebih tinggi. Sekali lagi tidak ada sangkut pautnya dengan kasus covid-19.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan cek fakta di atas, klaim dokumne WHO tidak menganjurkan penggunaan masker selama pandemi covid-19 adalah klaim yang tidak benar.

Konten yang mengklaim adanya dokumen WHO tersebut masuk dalam kategori Konten Palsu atau Fabricated Content.

Sumber: Hitekno.com
Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers