web analytics
  

5 Daerah di Jabar Zona Merah, Bandung Zona Apa?

Selasa, 29 September 2020 06:32 WIB M. Naufal Hafizh
Bandung Raya - Bandung, 5 Daerah di Jabar Zona Merah, Bandung Zona Apa?, Bandung Zona Apa?,Zona merah di Jawa Barat,ZOna merah di Jabar,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Wali Kota Bandung Oded M Danial,Update Corona Bandung

[Ilustrasi] Sebanyak 5 daerah di Jawa Barat (Jabar) hingga Senin (28/9/2020) masuk dalam zona merah risiko penyebaran corona alias risiko tinggi. Kelima daerah itu yakni Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon. Lantas, sekarang Bandung di zona apa? (Pixabay/PIRO4D)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Sebanyak 5 daerah di Jawa Barat (Jabar) hingga Senin (28/9/2020) masuk dalam zona merah risiko penyebaran corona alias risiko tinggi. Kelima daerah itu yakni Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon. Lantas, sekarang Bandung di zona apa?

Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dalam konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (28/9/2020), mengatakan, "Minggu ini ada perubahan status. Daerah zona merah adalah Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, lalu dua-duanya Kota dan Kabupaten Cirebon." ungkapnya, Senin (28/9/2020).

Di minggu sebelumnya, yakni per 22 September 2020, terdapat 3 daerah di Jabar yang masuk zona merah, yaitu Kabupaten Karawang, Kota Cirebon, dan Kota Bekasi.

Angka reproduksi kasus corona di Jabar, kata dia, masih berada di kisaran 1, yakni di angka 1,04 minggu ini. Hal tersebut diklaim masih menunjukan bahwa tingkat kecepatan penularan virus masih terkendali.

"Angka reproduksi kita masih di kisaran 1. Yaitu 1,04. Ini menandakan tingkat kecepatan penularan masih relatif terkendali," ungkapnya.

Bandung Zona Apa?

Adapun Kota Bandung, hingga Kamis (24/9/2020), masih berada di zona oranye atau risiko sedang penyebaran corona penyebab corona penyebab Covid-19. Namun, angka reproduksi kasus terus meningkat.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, hal tersebut menyebabkan pihaknya masih akan sangat berhati-hati melakukan relaksasi sektor ekonomi. Selain itu, skema buka-tutup jalan juga masih berlanjut.

"Kota Bandung masih di level oranye atau terkendali. Kami masih sangat berhati-hati dalam membuka sektor-sektor yang akan direlaksasi," ungkap Oded dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung, Kamis (24/8/2020).

"Buka-tutup jalan masih akan dilaksanakan untuk membatasi aktivitas warga yang berpotensi menimbulkan kerumunan," katanya.

Pihaknya hanya akan memprioritaskan relaksasi sektor ekonomi yang memiliki risiko penyebaran corona rendah dengan dampak sosial ekonomi besar. Sejauh ini, belum ditemukan adanya klaster baru di sektor-sektor ekonomi yang direlaksasi.

Sementara itu, angka reproduksi kasus corona di Kota Bandung mengalami peningkatan dari 2 minggu lalu. Per 23 September, angka reproduksi naik menjadi 1,22 dari sebelumnya 0,81.

"Kasus masih terkendali tapi angka produksi meningkat. Per 23 September naik menjadi 1,22," ungkap Oded.

Daftar ruas jalan di Kota Bandung yang ditutup

Menurut informasi resmi dari Humas Setda Kota Bandung, buka-tutup jalan dilakukan

  1. Mulai Simpang Otista - Suniaraja s/d Otista - Asia Afrika;
  2. Mulai dari Simpang Asia Afrika - Tamblong s/d Asia Afrika - Cikapundung Barat;
  3. Mulai dari Purnawarman - Riau s/d Purnawarman – Wastukencana;
  4. Mulai dari Merdeka - Riau s/d Merdeka – Aceh;
  5. Mulai dari Merdeka - Aceh s/d Merdeka – Jawa.

Waktu penutupan jalan

Waktu penutupan jalan dilakukan 3 kali sehari. Pertama, pukul 09.00 WIB-11.00 WIB, dilanjutkan pukul 14.00 WIB-16.00 WIB, kemudian pukul 21.00-06.00 WIB. Penutupan jalan di Kota Bandung dimulai sejak Jumat (18/9/2020) selama 2 pekan.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers