web analytics
  

Pengacara Habib Bahar Pertanyakan Saksi dari Bapas

Senin, 28 September 2020 19:25 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Pengacara Habib Bahar Pertanyakan Saksi dari Bapas, Habib Bahar bin Smith,Badan Pemasyarakatan (Bapas)

Saksi dari Badan Pemasyarakatan (Bapas) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tata Usaha Negara Jawa Barat, Bandung, Senin (28/9/2020). (Fichri Hakiim)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Tim kuasa hukum Habib Bahar bin Smith dan Badan Pemasyarakatan (Bapas) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tata Usaha Negara Jawa Barat, Bandung, Senin (28/9/2020). Tim kuasa hukum Habib Bahar bin Smith menganggap saksi yang dihadirkan tidak ada kaitannya dengan kasus yang dijalani.

Pada sidang kali ini, pihak Bapas (tergugat) mengajukan 2 orang saksi fakta dan 2 saksi ahli. Saksi fakta tersebut dari Kalapas Pondok Rajeg dan saksi fakta lainnya adalah Binadik dari Lapas Gunung Sindur, Iwan Setiawan.

"Jadi menurut kami sebenarnya para saksi yang dihadirkan tidak nyambung dengan proses perkara ini. Makannya tidak banyak kami tanyakan soal itu, karena kami beranggapan saksi ahli yang di ajukan oleh pihak tergugat tidak kompeten dalam hal ini, menjawab persoalan pencabutan SK asimilasi Habib Bahar bin Smith, itu aja yang intinya," ujar Tim kuasa hukum Habib Bahar, Ichwan Tuankotta.

Ichwan menjelaskan, ada beberapa keterangan saksi yang simpang siur. "Dalam keterangannya tadi ada beberapa hal yang dikonfirmasi berkaitan dengan SK Bapas, jadi ada ke simpang siuran, sebenarnya yang keterangannya tidak metching dengan keterangan yang sebelumnya yang diperiksa saksi fakta juga," jelasnya.

"Tapi itu argumen mereka silahkan saja. Tadi juga saksi ahli itu bukan saksi ahli administrasi negara yang menerangkan proses SK itu keluar ya. Tadi itu adalah saksi ahli kriminologi, jadi mereka menjelaskan berkaitan dengan narapidana, hak-hak narapidana," kata Ichwan.

Sidang akan dilanjutkan pada Senin 5 Oktober 2020. Agenda sidang berikutnya adalah menyampaikan kesimpulan dari masing-masing pihak. "Insyaallah tanggal 5 Oktober akan sidang lagi sebelum hakim mengambil putusan tanggal 12 Oktober nanti. Maka masing-masing pihak mengajukan kesimpulan atau pendapatnya, argumennya masing-masing selama proses persidangan ini berlangsung," ujarnya.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Habib Bahar bin Smith menggugat Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bogor. Penggugatan tersebut telah dilayangkan pada hari Selasa (30/6/2020) di PTUN Bandung.

Tim kuasa hukum Habib Bahar melalukan gugatan pembatalan keputusan Bapas yang mencabut asimilasi Habib Bahar. Habib Bahar meminta agar surat pencabutan asimilasi terhadap dirinya dibatalkan oleh hakim.

Sementara itu, Habib Bahar bin Smith sempat dibebaskan dari lapas usai mendapatkan asimilasi di saat pandemi Virus COVID-19 ini. Namun, ia kembali ditahan usai dinilai melanggar ketentuan selama asimilasi.

Habib diamankan kembali pada hari Selasa (19/5/2020) dini hari di pesantren Pondok Pesantren Tajul Alawin, Kabupaten Bogor. Habib Bahar dinilai melakukan pelanggaran yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

Saat itu, Habib Bahar hadir dalam suatu acara dan memberikan ceramah. Kemudian video ceramahnya tersebut menjadi viral, pasalnya saat itu Kota Bogor sedang melaksanakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). "Habib pun tidak mengundang masyarakat untuk hadir, namun massa datang dengan sendirinya," tutup Ichwan.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers