web analytics
  

Perjualbelikan Burung Dilindungi, Warga Bandung Dibekuk Polres Majalengka

Senin, 28 September 2020 16:45 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Perjualbelikan Burung Dilindungi, Warga Bandung Dibekuk Polres Majalengka, Pedagang Satwa yang Dilindungi,Hewan yang Dilindungi,Berita Majalengka

Kapolres Majalengka Bismo Teguh Prakoso menunjukkan barang bukti burung yang dilindungi. (dok. Polres Majalengka)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM -- Diduga memperjualbelikan satwa yang dilindungi, 2 pria diamankan petugas Polres Majalengka.

Ke-2 tersangka, masing-masing W (59), asal Kota Bandung, dan S (42), asal Kabupaten Bantul, diduga terlibat dalam penjualan ekor burung Tiong Emas/Beo (gracula religiosa) dan burung cucak hijau.

Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso mengungkapkan, para tersangka diamankan setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat adanya aktivitas yang diduga ilegal.

"Kami pun melakukan penyelidikan dan menemukan 2 ekor burung Tiong Emas dan Cucak Hijau untuk diperjualbelikan," katanya didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan, Senin (28/9/2020).

Para tersangka menyatukan burung yang dilindungi itu dengan burung lain yang tak dilindungi.

Saat diamankan, tersangka telah menjual burung Cucak Hijau seharga Rp700.000 dan menyebabkan Negara merugi.

Tersangka diamankan di Jalan Siliwangi, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, pada 24 September 2020.

"Kami amankan 2 ekor Tiong Emas dan uang Rp700.000 hasil penjualan burung Cucak Hijau sebagai barang bukti," tuturnya.

Kini, ke-2 tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mereka dijerat pasal 21 ayat 2 Huruf a Jo Pasal 40 ayat 2 Undang Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem Dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers