web analytics
  

Komentar Guardiola Usai Man City Dibantai Leicester di Kandang Sendiri

Senin, 28 September 2020 15:02 WIB
Olahraga - Sepak Bola, Komentar Guardiola Usai Man City Dibantai Leicester di Kandang Sendiri, Pep Guardiola,Manchester City,Kekalahan Manchester City,Leicester City

Manajer Manchester City, Pep Guardiola memberikan instruksi pada laga semifinal Piala FA 2019/2020 kontra Arsenal di Wembley, London, Minggu (19/7/2020) dini hari WIB. (MATTHEW CHILDS / POOL / AFP)

AYOBANDUNG.COM.-- Manajer Manchester City Pep Guardiola mengungkapkan tidak sabar setelah disamakan skornya membuat skuatnya luluh lantak 2-5 di kandang sendiri oleh Leicester City yang tampil defensif.

City tampil dominan setelah mantan gelandang Leicester Riyad Mahrez unggul pada menit-menit awal, tetapi pola permainan mereka kacau setelah Jamie Vardy menyarangkan gol penyama kedudukan dari titik penalti pada menit ke-37.

"Mereka tak ingin bertanding. Mereka bertahan jauh ke dalam dan hanya menginginkan serangan balik," kata Guardiola kepada BBC setelah menyaksikan timnya dibobol lima gol yang untuk pertama kalinya terjadi pada laga ke-686 dia sepanjang menukangi City.

"Mereka mencetak gol kali pertama mereka sampai dan total mengemas tiga penalti, jadi itu sulit sekali bagi kami. Gagal menciptakan peluang membuat kami gugup dan cemas," kata Guardiola seperti dikutip Antara dari Reuters.

Absennya dua striker Sergio Aguero dan Gabriel Jesus karena cedera membuat City seperti macan ompong sekalipun mendominasi penguasaan bola.

Sebaliknya pertahanan mereka rapuh sehingga setiap kali Vardy merangsek maju setiap kali itu pula menciptakan masalah terhadap barisan depan City.

Vardy mencetak dua gol dari penalti dan satu lagi dari finis lewat tumit, sedangkan James Maddison dan Youri Tielemans masing-masing mempersembahkan dua gol terakhir.

Guardiola menyesalkan hilangnya keseimbangan timnya, tetapi berjanji bangkit setelah City kemasukan lima gol dalam pertandingan liga di kandang sendiri yang terjadi sejak Arsenal mengalahkan mereka 1-5 pada Februari 2003.

"Ini memang hasil yang berat tetapi saya tidak akan menyerah. Saya akan mencari solusi agar tim ini stabil," kata dia.

"Pemain-pemain saya mungkin beranggapan mereka tidak bermain cukup baik setelah kebobolan, tetapi kami pada tahap itu kami sedang mendominasi," sambung dia.

"Masalahnya adalah kami memberikan tekanan ekstra pada diri kami sendiri untuk mencetak gol kedua dan ketiga. Kami harus lebih tenang. Kami harus lebih sabar," pungkasnya. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dudung Ridwan

artikel terkait

dewanpers