web analytics
  

Kapasitas Lab Covid-19 di Jabar Mentok, Ridwan Kamil Gandeng Swasta

Senin, 28 September 2020 14:35 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Kapasitas Lab Covid-19 di Jabar Mentok, Ridwan Kamil Gandeng Swasta, Lokasi tes swab Jabar,Lokasi tes PCR Jabar,Laboratorium Covid-19 Jabar

Ilustrasi -- Petugas keamanan berjaga di ruang isolasi Rumah Sakit Hasan Sadikin. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut kapasitas laboratorium di Jawa Barat untuk mengetes sampel hasil swab Covid-19 sudah 'mentok'. Sehingga, pihaknya berencana menggandeng pihak swasta untuk menambah kapasitas.

Hal tersebut dilakukan menyusul semakin meningkatnya jumlah pengetesan PCR yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Meskipun, jumlah pengetesan di minggu ini diakui mengalami penurunan.

"Tes PCR di Jabar secara akumulatif sudah mencapai 383.000. Kalau mingguan kita mengalami penurunan, tadinya bisa 50.000 PCR per-minggu sekarang menurun," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Senin (28/9/2020).

Penurunan tersebut, ia mengatakan terjadi karena persediaan reagen yang menipis. Untuk minggu ini, Jabar hanya memiliki sisa 5.000 reagan dan telah meminta 250.000 bantuan pengetesan PCR ke pemerintah pusat.

"Di mana 50.000 PCR nya kita kelola, sementara 200.000-nya pakai metode baru. Kita ajak pihak swasta karena kapasitas lab sudah mentok. Jadi testing harus melibatkan swasta," ungkapnya.

Konsekuensinya, akan ada harga lebih tinggi yang dibayarkan untuk satu kali pengetesan sampel PCR. Namun, ia mengatakan hal tersebut akan diatur oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang akan melakukan standarisasi tarif.

"Harga satuannya enggak boleh mahal-mahal. Harus ada standarisasi BPKP," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi 7 daerah di Jabar yang telah melakukan pengetesan terhadap lebih dari 1% penduduknya. Jumlah tersebut telah sesuai dan bahkan melampaui jumlah pengetesan minimal yang direkomendasikan WHO untuk satu wilayah.

"Paling tinggi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Sukabumi, Kota Banjar, Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kota Cirebon," ungkapnya.

"Kita lakukan upaya agar 20 kabupaten/kota lainnya yang belum 1% bisa meningkatkan kapasitas tes," lanjutnya. 

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers