web analytics
  

HP2B: Lapak di Pasar Baru Hampir Setengahnya Tutup

Senin, 28 September 2020 12:14 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, HP2B: Lapak di Pasar Baru Hampir Setengahnya Tutup, Unjuk rasa pedagang Pasar Baru,penutupan jalan Bandung,Penutupan Jalan di Kota Bandung,Penutupan jalan Kota Bandung,Waktu penutupan jalan Bandung,Pasar Baru Bandung

Pedagang Pasar Baru melakukan unjuk rasa di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Senin (28/9/2020). (dok. HP2B)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Beberapa pedagang Pasar Baru melakukan unjuk rasa di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Senin (28/9/2020) sekitar pukul 09.30 WIB. Para pedagang melakukan protes sebagai dampak di tutupnya ruas jalan Otista, Kota Bandung.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan, mengatakan saat ini banyak lapak yang mengalami penutupan di Pasar Baru.

"Banyak, hampir setengahnya toko di Pasar Baru tutup, bisa di cek di lapangan. Kami sedang mengusahakan agar ada penundaan pembayaran dan mendapatkan keringanan," ujar Iwan saat dikonfirmasi Ayobandung.com, Senin (28/9/2020).

Mengenai aksi unjuk rasa tadi pagi, Iwan mengatakan aksi tersebut diluar kendali HP2B. "Itu sebetulnya aksi di luar kontrol HP2B, tapi saya juga tidak bisa melarang dan mencegah. Saya tidak tahu pasti (jumlah massa unjuk rasa), saya juga belum dapat laporan dari lapangan, tapi lumayan lah kelihatannya," katanya.

"Tadi saya juga bicara kepada mereka, sangat men-support kegiatan mereka akan tetapi lakukan dengan cara yang konstitusional tidak dengan emosional. Lalu lakukan langkah-langkah dialog yang saling menghargai ke sesama petugas," jelas Iwan.

"Kemudian juga bisa menjaga ketertiban umum karena kalau menyampaikan pendapat itu hak mereka juga kan, dan dilindungi oleh undang-undang. Tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan selalu memakai masker," ungkapnya.

Iwan mengatakan telah memberikan surat keberatan penutupan jalan Ke Tim Gugus Tugas Kota Bandung. Namun, hingga saat ini Iwan belum mendapatkan tanggapan dari Pemerintah Kota Bandung.

"Saya sudah mengirim surat, tapi belum ada respon untuk berdialog, yang pertama itu. Kemudian yang kedua, langkah-langkah bagaimana menyelamatkan pedagang yang tidak sanggup servisan dan bayar listrik akibat Pasar Baru yang sepi, udah sepi ditambah ditutup jalan jadi tambah sepi. Sehingga para pedagang tidak sanggup membayar servisan dan listrik," jelas Iwan.

Sebelumnya, beberapa ruas jalan di Kota Bandung telah diberlakukan sistem buka tutup sejak Jumat (18/9/2020), upaya penutupan jalan tersebut merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung bersama Polrestabes Bandung dalam rangka Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Penutupan lima ruas jalan itu rencananya akan dilakukan selama 14 hari ke depan kemudian akan dievaluasi.

Petugas kepolisian menutup 5 ruas jalan di Kota Bandung, di antaranya Jalan Asia Afrika-Jalan Tamblong, lalu Otista-Suniaraja (Pasar Baru), kemudian Jalan Purnawarman-Jalan Riau, serta Jalan Merdeka-Jalan Riau dan Jalan Merdeka-Jalan Aceh.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers