web analytics

Adakah Contoh Keberhasilan Kampanye KB Dipakai untuk Menangani Covid-19?

clockSenin, 28 September 2020 12:05 WIB user-groupNetizen Sjarifuddin Hamid
Netizen, Adakah Contoh Keberhasilan Kampanye KB Dipakai untuk Menangani Covid-19?, Bonus Demografi,Virus Corona,Pertumbuhan Ekonomi Indonesia,Keluarga Berencana,Presiden Suharto,BKKBN

Ilustrasi (Pixabay)

Sjarifuddin Hamid

Lulusan Jurusan Hubungan Internasional, FISIP-UI. Pernah bekerja pada beberapa surat kabar nasional.

AYOBANDUNG.COM -- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, beberapa waktu lalu menyatakan Indonesia pada tahun 2030-2040 akan mengalami masa bonus demografi. Maksudnya, jumlah penduduk usia produktif yang berusia 15-64 akan lebih banyak dibandingkan dengan usia produktif yakni mereka yang berusia di atas 64 tahun dan yang berusia di bawah 15 tahun.

Konkretnya, penduduk usia produktif mencapai 64% dari jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai 297 juta jiwa. Komposisi serupa itu menimbulkan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih baik. Boleh jadi akan bakal makmur, asalkan mereka adalah generasi muda yang berkualitas dan berketerampilan.

Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah negara, jumlah penduduk yang menua, tidak produktif, lebih banyak dari yang berusia produktif. Kondisi ini menyebabkan prospek ekonomi suram dan lebih banyak dana dialokasikan untuk merawat orang-orang tua.

Penduduk Jepang Makin Tua

Jepang yang menjalankan program satu keluarga satu anak, kini mengalami penurunan jumlah penduduk. Sejak 2010 hingga 2015, jumlah penduduk berkurang satu juta orang, sedangkan tahun 2017 berkurang 227 ribu.

Populasi Jepang berkurang hampir satu juta orang dari sejak 2010 hingga 2015. Tahun 2017, jumlah penduduk negara itu berkurang 227 ribu orang. Pada April 2017, pemerintah Jepang memprediksi populasi warga Jepang akan berada di bawah 100 juta jiwa pada 2053. Kemudian menjadi 80,08 juta jiwa pada 2065.

Sementara itu, menurut pemerintah Jepang, Minggu (16/9/2020), warga Jepang yang berusia 65 atau lebih tua sekarang mencapai rekor jumlah 35,6 juta, atau 28,1 % dari total penduduk. Persentase itu akan menanjak sampai 40% pada 2050.

Berdasarkan data Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), populasi orang tua Jepang bahkan jauh di atas Italia yang mencapai proporsi 23,3%, atau 21,9% di Portugal dan 21,7 % di Jerman dari total jumlah penduduk.

Penurunan jumlah penduduk usia produktif menyebabkan Jepang terpaksa mempermudah penerimaan pekerja asing. Mereka akan ditempatkan pada sektor konstruksi, keperawatan, dan pertanian.

Menurut Shinzo Abe, PM Jepang, pada 2017 pekerja asing yang memiliki keahlian tertentu dan menguasai sedikit bahasa Jepang akan diizinkan bekerja selama 5 tahun. Sementara yang mempunyai keahlian lebih tinggi dan menguasai bahasa Jepang akan diperbolehkan mengajukan izin tinggal di Jepang.

Mengapa Indonesia Berhasil?

Banyak pihak menyebut keberhasilan Indonesia mewujudkan bonus demografi adalah keberhasilan program Keluarga Berencana pada periode pemerintahan Presiden Suharto.

Pemerintah ketika itu menerapkan sistem yang ketat dan sentralistik. Prestasi kerja gubernur, bupati, dan wali kota antara lain ditentukan dalam keberhasilan menurunkan jumlah angka kelahiran di daerahnya masing-masing.

Pengendalian program Program Keluarga Berencana di bawah Presiden Soeharto langsung, namun pelaksanaan sehari-hari berada di tangan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang dikepalai Haryono Suyono. BKKBN yang punya cabang permanen di seluruh Indonesia.

Sekalipun hanya berupa badan, BKKBN sangat efektif karena memperoleh dukungan mulai dari presiden, kementerian hingga para pejabat dan otoritas pemerintah di daerah. Selain dukungan kelembagaan, BKKBN juga berkampanye melalui Mars Keluarga Berencana ciptaan Mochtar Embut pada 1970-an.

Memberantas Virus Corona

Sangat tidak tepat membandingkan pelaksanaan kampanye Keluarga Berencana dengan pemberantasan pandemi CoVID-19 dewasa ini. Corak Badan yang menanganinya berbeda. Situasi dan targetnya tidak sama.

Pelaksanaan kampanye KB diuntungkan dengan sistem yang serba-terpusat. Posisi pejabat daerah Pusat. Jadi A kata Jakarta, A ujar daerah. Maka tidak akan ada deviasi penyimpangan dalam pelaksanaannya. Kewibawaan pusat sangat kuat.

Dewasa ini, situasi sudah sangat berubah. Daerah memiliki otonomi hingga tidak mudah meminta daerah melaksanakan program masional. Apalagi jika pejabat di satu provinsi berbeda partai.

Iklim demokratis memungkinkan pula setiap pihak mengutarakan pendapat sendiri yang bertentangan dengan keadaan sebenarnya. Medianya pun sangat banyak dan pertanggungjawabannya tidak jelas.

Menangani, melawan, atau hidup berdampingan dengan virus corona sangat sulit. Perlu energi berkali-kali lipat dibandingkan dengan kampanye Keluarga Berencana. Namun sepertinya ada yang bisa dicontoh dari pelaksanaan kampanye KB.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

[Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Juli 2...

Netizen Senin, 2 Agustus 2021 | 16:30 WIB

Selamat untuk 6 netizen yang tulisannya terpopuler di Ayobandung.com edisi Juli 2021.

Netizen, [Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Netizen Ayobandung.com Edisi Juli 2021, Ayo Netizen,6 Tulisan Terpopuler,netizen,Ayobandung.com,Juli 2021

Medali Emas Polii dan Rahayu, Pengorbanan Demi Martabat

Netizen Senin, 2 Agustus 2021 | 16:15 WIB

Sungguh perjalanan Polii dan Rahayu menggambarkan perjuangan dengan pengorbanan yang tidak kecil.

Netizen, Medali Emas Polii dan Rahayu, Pengorbanan Demi Martabat, Medali Emas,Greysia Polii,Apriani Rahayu,Olimpiade Tokyo 2020

Tips Menghindari Berita Hoax Yang Sangat Meresahkan Warga

Netizen Minggu, 1 Agustus 2021 | 19:53 WIB

Berita hoax merupakan suatu berita yang disampaikan oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan...

Netizen, Tips Menghindari Berita Hoax Yang Sangat Meresahkan Warga, Tips Menghindari Berita Hoax,Berita hoaks

Ketika Rumah Sakit Menolak Pasien

Netizen Minggu, 1 Agustus 2021 | 11:00 WIB

Yang paling mirisnya penolakan terhadap pasien Covid-19 dengan alasan bisnis.

Netizen, Ketika Rumah Sakit Menolak Pasien, Rumah Sakit,Menolak Pasien,uang pendahuluan,Pandemi Covid-19

Lansia dan Covid-19

Netizen Minggu, 1 Agustus 2021 | 08:20 WIB

Lansia merupakan kelompok umur yang paling rentan terpapar virus Covid-19.

Netizen, Lansia dan Covid-19, Lansia,COVID-19,terpapar Covid-19,Virus Corona,Lanjut Usia

Selebgram Cilik dan Hak Privasi Anak

Netizen Jumat, 30 Juli 2021 | 18:00 WIB

Hak anak atas privasi digital sudah milik mereka sejak lahir.

Netizen, Selebgram Cilik dan Hak Privasi Anak, Selebgram Cilik,Hak Privasi Anak,Selebram,Instagram

Tiga Kata Sederhana Ini Masih Sering Dilupakan dan Diabaikan

Netizen Jumat, 30 Juli 2021 | 16:10 WIB

Ada tiga kata ajaib yaitu tolong, maaf,dan terima kasih, yang kini mulai sukar ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Netizen, Tiga Kata Sederhana Ini Masih Sering Dilupakan dan Diabaikan, Tiga Kata Sederhana,tiga kata ajaib,tolong,maaf,terima kasih

Jaringan Jalan di Baduy Merupakan Bentuk Asli Jalan di Jawa Barat Abad...

Netizen Jumat, 30 Juli 2021 | 13:21 WIB

Jaringan Jalan di Baduy Merupakan Bentuk Asli Jalan di Jawa Barat Abad ke-16 – 17

Netizen, Jaringan Jalan di Baduy Merupakan Bentuk Asli Jalan di Jawa Barat Abad ke-16 – 17 , jalan baduy,Jawa Barat,dipati ukur

artikel terkait

dewanpers
arrow-up