web analytics
  

19 Guru di Cimahi Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Senin, 28 September 2020 07:40 WIB
Bandung Raya - Cimahi, 19 Guru di Cimahi Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, guru meninggal corona,corona cimahi,Guru Sembuh dari Corona,Guru Cimahi

[Ilustrasi] Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di Yayasan Pendidikan Satu Atap Ibnu Aqil Ibnu Sina (IAIS) Soreang, Jalan Lembur Tegal, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (5/8/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 19 guru di Kota Cimahi yang sempat positif Covid-19 berdasarkan hasil uji usap secara masif yang dilakukan pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi kini dinyatakan sembuh (negatif). Namun, terdapat 2 guru lainnya yang meninggal dunia dengan status probable Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Harjono mengatakan, 19 orang guru yang sempat terkonfirmasi positif Covid-19 kini dinyatakan sembuh.

Dua orang guru lainnya mengalami gejala Covid-19 dan dilakukan uji usap ulang namun meninggal dunia. 

"Guru yang positif 2 orang itu bukan dari swab masif, awalnya dia sakit terus di-swab, terus positif, dua guru meninggal. Yang 19 guru positif sembuh semua," ujarnya, Minggu (27/9/2020).

Pihaknya belum berencana mengeluarkan kebijakan siswa belajar tatap muka terlebih pandemi corona masih terjadi dan berpotensi menjadi ancaman. Menurutnya, status Kota Cimahi saat ini yaitu oranye dengan perincian total kasus 315 orang, terdiri atas 243 orang sembuh, 8 orang meninggal dunia, dan 64 orang negatif.

Harjono pun belum dapat memastikan kegiatan belajar tatap muka dapat dilaksanakan dan masih menunggu keputusan pemerintah pusat. "Kita masih zona oranye, jadi belum bisa dilakukan pembelajaran tatap muka," katanya.

Para siswa saat ini sedang melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang sudah berlangsung sejak pandemi corona terjadi. Menurutnya, kegiatan belajar dilakukan secara daring.

Terdapat kendala dalam pembelajaran jarak jauh seperti saat proses penilaian tengah semester yang sedang berlangsung. Menurutnya, pihaknya sedang memikirkan cara untuk membagikan rapor kepada siswa dan kendala siswa kelas 7 yang belum pernah bertemu guru.

Dia mengaku akan mengumpulkan para kepala sekolah SD dan SMP membahas persoalan pembelajaran jarak jauh yang dihadapi oleh siswa. Sekaligus menyiapkan guru untuk menyesuaikan dengan kurikulum di tengah pandemi covid-19 yang akan diluncurkan pemerintah pusat.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers