web analytics
  

Petugas Rapid Test Bandara Peras dan Cabuli Penumpang, Ini Pengakuannya

Senin, 28 September 2020 07:03 WIB
Umum - Nasional, Petugas Rapid Test Bandara Peras dan Cabuli Penumpang, Ini Pengakuannya, pencabulan petugas rapid test,dokter cabul Bandara Soekarno Hatta

EF tiba di Terminal 2E Bandara Internasional Soetta di hari yang sama sekira pukil 13.00 WIB. Kedatangannya langsung dikawal oleh sejumlah polisi bersenjata laras panjang panjang. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Polisi mengungkap motif di balik aksi pemerasan dan pencabulan oknum petugas rapid test di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), EF, terhadap calon penumpang wanita. Kepada polisi, tersangka mengaku melakukan aksi tak terpuji itu karena nafsu sesaat.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta Kompol Alexander Yurikho mengatakan, selain karena nafsu sesaat, tersangka EF berani memeras korban karena ingin memperoleh penghasilan lebih.

"Nafsu sesaat dan ingin mendapatkan uang lebih," kata Alex saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2020).

Menurut Alex, sejauh ini penyidik masih mendalami kasus tersebut. Salah satunya terkait ada tidaknya korban lain dari tindakan asusila dan pemerasan tersangka.

Hanya saja, Alex menyebut berdasar hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku baru pertama kali melakukan perbuatan tersebut.

"Tersangka ngaku baru pertama kali," katanya.

Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan pendalaman dan tidak semata-mata hanya berdasar pada pengakuan tersangka. Dia juga meminta kepada masyarakat yang merasa menjadi korban lainnya bisa melapor kepada polisi.

"Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban dugaan tindak pidana apapun jangan ragu melaporkan ke Polresta Bandara Soetta," ujarnya.

Penyidik Satreskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta sebelumnya menangkap tersangka EF di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (25/9/2020). Dia ditangkap bersama wanita yang diduga istrinya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus ketika itu mengungkapkan bahwa tersangka EF melarikan diri ke Sumatera Utara usai mengetahui kasusnya viral di media sosial. Dia melarikan diri dari Jakarta dengan menggunakan transportasi umum.

"Hasil pemeriksaan awal saat di TKP dia mengaku bahwa mendengar adanya cuitan (Twitter) kemudian langsung melarikan diri menggunakan kendaraan umum ke Sumatera Utara," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/9/2020).

Dalam perkara ini, penyidik menjerat tersangka EF dengan pasal berlapis. Selain dijerat dengan pasal penipuan, dia juga dijerat dengan pasal pencabulan dan pemerasan.

Penetapan status tersangka terhadap yang bersangkutan dilakukan gelar perkara dan mengumpulkan sejumlah barang bukti yang cukup.

Beberapa barang bukti yang diamankan misalnya bukti transfer dari m-banking korban ke rekening tersangka dan kamera pengintai atau CCTV yang berada di lokasi kejadian.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers