web analytics
  

Konflik Pilkades Girimukti, Encep Komarudin Menangkan Gugatan PTUN

Minggu, 27 September 2020 20:30 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Konflik Pilkades Girimukti, Encep Komarudin Menangkan Gugatan PTUN, Pilkades Girimukti,PTUN,Pilkades di KBB

Ilustrasi -- Pilkades. (Istimewa)

CIPONGKOR, AYOBANDUNG.COM -- Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pusat memenangkan gugatan Encep Komarudin atas hasil pemilihan kepala desa 2019 Desa Girimukti, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang dimenangkan Asep Sugilar.

Ketua Tim Sukses Encep, Arief Hidayat menerangkan, setelah melalui tahapan panjang, gugatan kecurangan pilkades akhirnya dimenangkan PTUN Pusat setelah mental di PTUN Bandung.

PTUN tingkat pusat, akhirnya mengabulkan banding Encep Komarudin terhadap putusan PTUN Bandung, sekaligus membatalkan putusannya bernomor 13/G/2020/PTUN.BDG, tanggal 19 Mei 2020.

"Perjuangan kita selama ini akhirnya berbuah manis. Gugatan kita menang dan membuktikan bahwa Pilkades di desa kita terbukti ada kecurangan," ujar Arief Hidayat, saat dihubungi, Minggu (27/9/2020).

Sebelumnya, Encep Komarudin ikut bursa Pilkades Girimukti, yang diselenggarakan 24 November 2019. Pada saat itu, Panitia Pilkades Giri Mukti menyatakan kemenangan bagi rivalnya Asep Gumilar.

Padahal kubu Encep meminta penghitungan ulang surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 dan 3, untuk dicocokan dengan nama-nama di Daftar Pemilihan Tetap (DPT) Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD).

"Ya, yang ada ditemukan beberapa kasus yang merugikan kita sehingga kita tidak menerima begitu saja keputusan itu," tegas Arif.

Ia juga membeberkan kecurangan itu di antaranya, pemilih dari luar desa, pemilih di bawah umur dan ditemukan ada pemilih yang melakukan pencoblosan lebih dari satu kali, ada ditemukan juga pemilih yang memakai DPT orang lain. 

Selain itu, ada warga yang berada di luar daerah ternyata namanya ada di dalam daftar hadir yang berarti disalahgunakan. 

Sayangnya, keberatan kubu Encep Komarudin diabaikan P2KD, malah Asep Gumilar dilantik jadi Kades Giri Mukti dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Bandung Barat No 141.1./ Kep 685-DPMD/2019 tanggal 27 Desember 2019.

Merasa tidak puas atas keputusan tersebut tim sukses Encep Komarudin kemudian melakukan gugatan ke PTUN Bandung. Namun, kata Arief di PTUN Bandung gugatan itu pihaknya dikalahkan. Gagal di PTUN Bandung, pihaknya mengajukan banding ke PTUN Pusat.

Berbekal data-data di absensi yang berada di dalam kotak suara, kemudian kubu Encep membawa data-data itu ke PTUN Pusat. Temuan-temuan ini dipergunakan sebagai bukti untuk mengajukan banding ke PTUN Jakarta. 

Setelah menang, Timses Encep kemudian mengajukan pelaporan tindakan pidana ke Polres Cimahi dan Polda Jabar. 

"Tadi siang, kita baru melaporkan ke Polres Cimahi," ungkap Arief.

Belajar dari pengalaman, ia berharap ke depannya tidak terulang lagi kasus-kasus yang telah mencederai demokrasi seperti ini. 

"Semoga bapak Bupati Bandung Barat bisa bijak dan menerima hasil putusan ini, dan setelah proses ini tentu kami sebagai warga KBB akan mengikuti Jargon Lumpat nya Bapak Bapati Bandung Barat yang sudah sangat bagus ini," ucapnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers