web analytics
  

Dampak Pandemi, Pengusaha Topi Desa Rahayu Mulai Rambah Pasar Daring

Minggu, 27 September 2020 16:07 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Dampak Pandemi, Pengusaha Topi Desa Rahayu Mulai Rambah Pasar Daring, topi S12,Desa Rahayu

Pengusaha Topi Desa Rahayu. (Ayobandung.com)

MARGAASIH, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi covid-19 membuat pelaku usaha topi di Desa Rahayu, Kecamatan Margaasihm Kabupaten Bandung terpukul. Omzet miliaran yang biasa didapat setiap bulan, turun drastis.

Asep Andyan salah seorang pengusaha topi Desa Rahayu mengatakan, ekonomi masyarakat yang melemah membuat daya beli menurun. Topi yang bukan menjadi kebutuhan pokok menjadi kurang laku dijual.

"Pemasarannya jadi tidak lancar. Beberapa bulan lalu sempat terhambat karena ada PSBB, ekpor sempat terhenti juga," tutur Asep, Minggu (27/9/2020).

Merek topi S12 milik Asep, selain beredar di Indonesia, juga sudah menembus pasar internasional, negara tetangga seperti Malaysia, Singapura bahkan Timur Tengah menjadi salah satu pasar ekspornya.

"Ekspor memang sudah dibuka, tapi permintaannya juga turun," katanya.

Pandemi covid-19 membuat proses pemasaran juga terhambat, sehingga Asep harus memutar otak untuk pemasaran produk-produknya agar usaha bisa terus berjalan.

Selama ini, pemasaran yang dilakukan masih bersifat luring atau konvensional. Namun pandemi covid-19 memberi pelajaran kalau pemasaran konvensional tidak bisa terus bertahan.

"Sekarang sedang menjajaki online. Masih belajar sih," katanya.

Beberapa reseller penjualan daring mulai dijajaki oleh para pengusaha topi di Desa Rahayu, beberapa juga menjajaki sendiri penawaran melalui situs-situs penjualan daring.

"Memang harus beradaptasi dan banyak belajar, karena sudah terbiasa jualan konvensional," tutupnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers