web analytics
  

Dampak Pandemi, Produksi Topi Desa Rahayu Anjok Tinggal 30 Persen

Minggu, 27 September 2020 12:37 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Dampak Pandemi, Produksi Topi Desa Rahayu Anjok Tinggal 30 Persen, Topi Desa Rahayu Kabupaten Bandung,UMKM Kabupaten Bandung,Topi Desa Rahayu

Pelaku usaha UMKM Topi Desa Rahayu (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

MARGAASIH, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi covid-19 membuat usaha mikro kecil menengah terpukul, tidak terkecuali sentra topi di Desa Rahayu, Kecamatan, Margaasih, Kabupaten Bandung. Produdksi terpaksa dikurangi hingga tinggal 30 persen dari waktu normal akibat pasar yang melesu.

Asep Andyan, salah satu pelaku usaha UMKM Topi Desa Rahayu, mengatakan sejak pandemi covid-19, bisnis topi yang digelutinya selama beberapa tahun terakhir, mengamalami penurunan omzet.

"Saat keadaan normal, omzet bisa mencapai Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar per bulan," ujar Asep kepada Ayobandung, Minggu (27/9/2020).

Topi bermerek S12 yang dikelola Asep memang menguasai pasar, bukan hanya dalam negeri, tetapi juga luar negeri sehingga, omzet tiap bulannya mencapai angka miliaran rupiah. Namun, sejak ada pandemi covid-19, omzet menurun drastis. Selain permintaan yang berkurang, roses ekspor juga sempat terhambat.

"Sekarang omzet paling besar Rp 500 juta per bulan. Bahkan pernah hanya Rp 300 juta," katanya.

Dengan permintaan yang  rendah, membuat Asep terpaksa mengurangi produksinya.

"Paling banyak produksi hanya 30 persen dari keadaan normal. Mau banyak produksi juga barang susah keluar," ujarnya.

Asep mengerti kalau saat ini keadaan sedang tidak menguntungkan. Dia berharap pandemi segera berakhir sehingga ekonomi kembali pulih.

 

Editor: Tri Joko Her Riadi
dewanpers