web analytics
  

Barusen Hill, Wisata yang Cocok untuk Keluarga

Sabtu, 26 September 2020 21:07 WIB Netizen Dias Ashari
Netizen, Barusen Hill, Wisata yang Cocok untuk Keluarga, Wisata Bandung,Tempat wisata Bandung,Barusen Hill,Rumah The Hobbit Bandung,Wisata Ciwidey,Wisata Kabupaten Bandung

Rumah Hobbit di Barusen Hill. (Dias Ashari)

Dias Ashari

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Bandung.

AYOBANDUNG.COM -- Seiring peralihan model belajar di masa pandemi ini, anak-anak harus menghadapi sistem pembelajaran lewat daring. Menurut penulis sistem ini sangat bagus untuk diterapkan, terlebih hal ini bisa dijadikan sebagai simulasi dalam menghadapi sistem pembelajaran di masa yang akan datang.

Selain itu, hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi generasi saat ini untuk melek perkembangan teknologi sehingga tak hanya bagaimana cara mengoperasikan media sosial atau belajar main gim saja.

Namun generasi saat ini pun ditantang untuk mengembangkan diri dengan pendidikan berbasis teknologi. Walaupun tak bisa dipungkiri bahwa sistem pembelajaran online pun tetap masih memiliki dampak negatif.

Di samping belajar online mengurangi interaksi sosial antarpelajar, belajar online pun dapat membuat mata lebih lelah. Hal ini disebabkan karena intensnya mata untuk sering melihat layar handphone atau komputer. Sehingga lambat laun hal ini akan membentuk kejenuhan pada anak. Dari hal inilah maka dibutuhkan media untuk menyegarkan kembali pikiran, salah satunya dengan melihat pemandangan yang didominasi dengan warna hijau.

Hari minggu kemarin (13/9/2020) penulis menemukan sebuah tempat wisata yang sangat cocok dikunjungi sendirian, bersama teman-teman ataupun dengan keluarga tercinta. Tempat ini dinamakan Barusen Hill yang berlokasi di jalan Gambung Ciwidey, Cisondari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung Jawa Barat. Memang sudah tak asing lagi jika Ciwidey sebagai salah satu surganya wisata di Kabupaten Bandung.

Sekitar pukul 07.00 WIB penulis berangkat dari daerah Holis menggunakan sebuah motor. Dengan bantuan Google Maps perjalanan kali ini tak perlu dikhawatirkan lagi. Motor mulai melaju dengan kecepatan sedang. Bepergian di pagi hari memang menyenangkan, selain jalanan aman dari bisingnya suara kendaraan, udara yang tersaji pun masih realtif bersih. Terlebih lagi daerah Ciwidey masih asri dengan ratusan pohon yang berdiri sepanjang jalan.

Perjalanan seperti ini memang harus dinikmati jangan terlalu buru-buru sehingga tak akan berkesan apa-apa. Hiruplah oksigen secara perlahan dan rasakan kedamaian dalam jiwa. Tataplah pemandangan hijau dengan mata berbinar. Tak lupa bersyukurlah karena Tuhan sudah menyuguhkannya untuk manusia.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya penulis sampai di tempat tujuan.

Sebelum masuk dan membeli tiket, para pengunjung harus mencuci tangan terlebih dahuluSatu tiket dihargai Rp21.000 untuk orang dewasa, harga ini pun sudah termasuk dengan satu buah masker.

Begitu masuk, pemandangan pertama yang penulis lihat adalah kolam renang anak-anak beserta perosotan dan wahana ember tumpah. Satu tip dari penulis, jika ingin leluasa berwisata, jadilah pengunjung pertama yang datang atau setidaknya tempat tersebut belum ramai dikunjungi.

Tak jauh dari lokasi kolam ada sebuah bangunan berbentuk bangunan Belanda lengkap dengan kincirnya. Di tempat ini disediakan saung-saung untuk berkumpul atau makan bersama keluarga. Tentu saja yang tak kalah penting tempat ini menyediakan area taman bermain untuk anak.

Sedikit berjalan ke atas, kalian akan ditunjukan dengan kolam yang sangat besar. Konon, ketika awal pembukaan, kolam tersebut masih berfungsi dengan adanya perahu bebek. Namun, saat penulis ke sana, kolam tersebut tampak kering dan kurang terawat.

Namun kekecewaan penulis terobati setelah melihat hamparan taman bunga tak jauh dari kolam tersebut. Belum lagi, sebelah kanan terbentang luas kebuh teh yang asri berwarna hijau. Panorama ini akan membuat pengunjung betah berlama-lama ada di sana.

Setelah puas dengan pemandangan tersebut, penulis mulai melihat bentuk rumah yang unik dan terbuat dari kayu. Tempat ini pun sangat cocok jika dijadikan spot untuk berfoto. Kemudian ketika turun ke bawah ada sebuah rumah yang dinamakan Rumah Hobbit. Bangunan yang disinyalir untuk para kurcaci ini tak sekecil yang dibayangkan. Tampak depan sebuah pintu yang terbuat dari kayu dengan ornamen warna cokelat dipadu dengan lingkaran berwarna oranye membuat kalian merasa sedang di negeri dongeng.

Setelah cukup lama berkeliling, penulis akhirnya memesan makanan. Terdapat satu warung yang menyediakan sejumlah makanan mulai dari mi rebus hingga jagung bakar.

Satu hal yang membuat nyaman, tempat ini dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi yang luas dan bersih. Namun sedikit kekurangannya, lampu masih ada beberapa yang tidak berfungsi dan pintunya hanya ditutup gorden. Sehingga ketika ke kamar mandi perlu ada yang menjaga dari luar.

Nah, tak jauh dari kamar mandi ini ternyata ada sebuah kolam renang untuk orang dewasa. Airnya sangat jernih dan segar, terlebih di sampingnya terbentang bangunan berkaca yang mempercantik foto yang bila diambil dari spot tersebut.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers