web analytics
  

Nilai Positif Belajar di Rumah bagi Anak dan Orang Tua

Sabtu, 26 September 2020 20:31 WIB Netizen Deffy Ruspiyandy
Netizen, Nilai Positif Belajar di Rumah bagi Anak dan Orang Tua, Belajar Jarak Jauh,pembelajaran jarak jauh (PJJ),Belajar di Rumah

Ilustrasi (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Deffy Ruspiyandy

Penulis Artikel dan Penulis Ide Cerita di SCTV.

AYOBANDUNG.COM -- Apapun namanya, PJJ, pembelajaran jarak jauh, belajar daring, atau sistem pembelajaran online kini menjadi keniscayaan. Orang tua takkan bisa lagi menolaknya, setidaknya dalam beberapa bulan mendatang.

Pola pembelajaran seperti ini sesungguhnya tak meski dibilang menyusahkan, karena sesungguhnya malah memberikan nilai-nilai positif bagi pendidikan anak itu sendiri.

Benar pola ini bikin stres pada awalnya, sebab para orang tua tidak terbiasa karena selalu mengandalkan guru dalam hal ini. Namun, disadari atau tidak, para orang tua terkena kewajiban untuk mendidik anak-anaknya sebaik mungkin. Mereka sebagai pengganti guru sementara waktu sampai pandemi corona dinyatakan berakhir.

Jika Anda orang tua yang baik, sungguh-sungguhlah mengambil peran agar anak-anaknya tidak ketinggalan pelajaran. Justru bila hal ini dapat berjalan baik, banyak sekali nilai-nilai positif yang bisa diambil

Pertama, waktu bersama semakin banyak. Dengan begitu maka tentu saja komunikasi yang dijalankan dapat berjalan secara baik.

Kedua, momentum tersebut bisa dimanfaatkan pula sebagai sarana unjuk kasih sayang kepada anak-anak. Mungkin kalau anak jarang disentuh atau diajak komunikasi bisa cuek, tetapi dengan adanya kesempatan belajar di rumah ini, tentu saja bisa membuat para orang tua mampu menyentuh sisi perasaan anak.

Para orang tua pun bisa mempelajari karakteristik dan sikap anak, sehingga akan didapatkan satu metode yang bisa dipelajari.

Ketiga, kegiatan seperti ini mampu pula menciptakan satu kerja sama yang utuh antara anak dan orang tua. Jika selama ini para orang tua lebih mengandalkan guru untuk mendidik anaknya dan membiarkan anak belajar sendiri, maka kali ini bisa dimulai dengan orang tua yang jadi guru dan membimbing anaknya. Jika kerja sama ini mampu dijalankan secara baik maka hasilnya akan terlihat ketika pembagian rapor pada akhir semester.

Keempat, sistem belajar ini pun akan memudahkan para orang tua mengawasi anak-anaknya saat memulai ataupun mengakhiri belajar karena tidak akan pergi keluar rumah. Jika selama ini mungkin ada kekhawatiran saat berangkat atau pulang sekolah, maka di sini para orang tua akan dibuat aman dan nyaman karena bisa melihat langsung anaknya saat belajar.

Kelima, dengan belajar di rumah maka bisa dilaksanakan secara enjoy tanpa terbebani dengan aturan yang tegas. Karena dalam hal ini yang terpenting dapat dikirim kepada guru mata pelajarannya dengan batas waktu yang longgar, sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung menyenangkan dan diharapkan menghasilkan nilai yang baik saat pembagian rapor.

Tentu ini tidak ideal bagi para orang tua karena tugas mendidik yang sesungguhnya adalah guru. Namun kita pun harus menghitung risiko besar yang akan diterima jika memaksakan belajar tatap muka di sekolah dengan kondisi yang belum dinyatakan aman. Namun percayalah, pada akhirnya kita tahu bahwa belajar di rumah pun banyak manfaat dan positifnya orang tua akan terjun mendidik serta membimbing anak secara optimal karena sadar jika anak adalah aset berharga dalam kehidupan.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers