web analytics
  

Ridwan Kamil Tanggapi Penjualan Dokumen Cerai Soekarno dan Inggit

Sabtu, 26 September 2020 06:20 WIB
Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Tanggapi Penjualan Dokumen Cerai Soekarno dan Inggit, Inggit Garnasih,surat nikah Soekarno dan Inggit Garnasih,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Dokumen resmi surat pernikahan dan perceraian Presiden pertama Indonesia, Soekarno dengan Inggit Garnasih dijual di salah satu akun Instagram. (Republika)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM --- Media sosial, pernah dihebohkan oleh unggahan yang menjual dokumen-dokumen bersejarah, berupa surat nikah dan akta cerai antara Presiden pertama RI Soekarno, dengan Inggit Ganarsih. 

Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun, memberikan tanggapannya terkait hal ini.

Menurutnya, penjualan dokumen sejarah ini pernah mengemuka saat dirinya menjabat Wali Kota Bandung.

"Ya, saya kira itu pernah mengemuka di zaman saya wali kota cuma kan membeli barang itu kalau pakai uang negara standarnya itu kan tidak sederhana lah, kira-kira begitu," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil kepada wartawan, Jumat (25/9).

Emil mengatakan, saat ini, belum ada kesepakatan terkait penjualan dokumen sejarah tersebut. Tapi, dia akan terus berupaya karena pada dasarnya sesuatu yang bersifat bersejarah luar biasa seharusnya dengan ikhlas diberikan kepada institusi kenegaraan. 

"Kalaupun ada kompensasi seharusnya tidak dipatok dengan harga yang menurut versi subjektif," katanya.

Emil akan terus mengkomunikasikan hal ini. Karena, idealnya adalah bisa diberikan kepada negara kemudian dikompensasi seadil-adilnya sesuai dengan aturan dan disimpan di rumah bersejarah Inggit Garnasih yang ada di Ciateul. 

"Itu upaya itu akan terus kami lakukan," katanya.

Sukarno-Inggit
Inggit Garnasih lahir di Kamasan, Banjaran, Bandung pada 17 Februari 1888. Inggit menikah dengan Sukarno pada pada 24 Maret 1923 di rumah orangtuanya di Bandung. Kala itu Sukarno sedang mengenyam pendidikan tinggi di Bandung. 

Pernikahan Sukarno dan Inggit dikukuhkan dengan Soerat Keterangan Kawin No. 1138 tertanggal 24 Maret 1923, bermaterai 15 sen, dan berbahasa Sunda. 

Umur pernikahan Sukarno-Inggit berlangsung selama 19 tahun. Pada tahun 1942, keduanya memutuskan untuk bercerai.  

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers