web analytics
  

Jika Grafik Naik, PSBM Kota Cimahi Bakal Panjang

Jumat, 25 September 2020 20:23 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Jika Grafik Naik, PSBM Kota Cimahi Bakal Panjang, Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna,PSBM Kota Cimahi

Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna. (Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kota Cimahi yang berlangsung selama 14 hari, tinggal menyisakan beberapa hari lagi. Namun jika kasus terkonfirmasi positif Covid-19 grafiknya naik, maka PSBM kemungkinan besar akan diperpanjang.

Hal itu dikatakan Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna saat ditemui usai Sosialisasi PSBM  dan pengarahan kepada para Ketua RW dan RT se-Kelurahan Cimahi di Halaman Kelurahan Cimahi, Jumat (26/9/2020).

"Iya PSBM kemungkinan besar kalau tren atau grafiknya meningkat kita perpanjang 2 minggu lagi. Tapi mudah-mudahan ngga ada kenaikan lagi," katanya.

PSBM di Kota Cimahi sendiri diterapkan sejak Selasa (15/9/2020). Alasannya saat itu kasus Covid-19 di Cimahi melonjak dengan tajam, hingga Kota Cimahi masuk zona merah penyebaran Covid-19.

Selama penerapan PSBM, pengurus RW diminta untuk melakukan penguncian wilayah. Ajay menyebut hal itu juga sudah dilakukan meskipun tidak seperti saat Cimahi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Penguncian wilayah diserahkan ke masing-masing RW, karena ada anjuran dari Kemendagri juga, apalagi di kita kan sudah ada RW siaga Covid-19. Sejauh ini berjalan juga untuk penguncian wilayah," terangnya.

Selama PSBM, jajaran Pemkot Cimahi bersama Polres Cimahi dan Kodim 0609 gencar melakukan razia masker di tempat keramaian

Menurut Ajay, pihaknya terus melakukan edukasi ke masyarakat agar tingkat penyebaran Covid-19 bisa terus ditekan.

"Kegiatan hari ini kan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, dan mengantisipasi penyebaran Covid-19. Kesadaran itu  bisa dengan sendirinya, bisa karena dipaksa sehingga menjadi kesadaran sendiri," tuturnya.

Diakui Ajay, kasus positif Covid-19 di Kota Cimahi kembali bertambah, bahkan hampir setiap hari ada penambahan kasus positif di kalangan warga Cimahi. Meski begitu jumlah pasien sembuh juga terus bertambah. 

"Iya ada penambahan 5 orang yang terkonfirmasi positif, termasuk ajudan saya dan kader PKK. Kebetulan ajudan saya orang tuanya sakit di Jakarta, yang lainnya belum tahu darimana bisa tertular. Yang pasti bukan orisinal dari sini," terangnya.

Ketua Pembina Wilayah (Binwil) Kelurahan Cimahi, Ahmad Saefulloh menambahkan, pihaknya terus mengedukasi warga, khususnya di Kelurahan Cimahi untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Seperti tadi yang dikatakan Pak Wali jika kita harus merasa di zona merah agar selalu waspada. Kewaspadaan ini diperlukan untuk menangkal penyebaran Covid-19," terangnya.

Ahmad yang juga menjabat Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) mengatakan, binwil terus melakukan pemantauan di masyarakat terutama perkembangan penanganan covid. 

"Iya kami juga lakukan pembinaan. Semua kegiatan disini terlaporkan ke kami, sehingga bisa segera dilakukan tindakan," tuturnya.

Hingga Jumat (25/9/2020), warga Cimahi yang terkonfirmasi positif aktif covid-19 sebanyak 61 orang, sementara yang sembuh sudah mencapai  234 orang, dan 7 orang meninggal dunia.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers