web analytics
  

HUT Kota Bandung ke-210, Oded-Yana Diminta Dalami Permasalahan Kota

Jumat, 25 September 2020 17:33 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, HUT Kota Bandung ke-210, Oded-Yana Diminta Dalami Permasalahan Kota, Wali Kota Bandung Oded M. Danial,Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana,HUT ke-210 Kota Bandung

Wali Kota Bandung Oded M Danial. (Dok. Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kota Bandung tepat berusia ke-210 pada hari ini, Jumat (25/9/2020). Lima hari sebelumnya, yakni pada 20 September 2020, Wali Kota Bandung Oded M. Danial dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana juga genap memimpin Kota Kembang selama dua tahun.

Untuk dua momentum tersebut, pengamat pemerintahan sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjajaran, Muradi menilai salah satu hal yang menghambat akselerasi Kota Bandung adalah lambatnya konsolidasi internal yang terbentuk di pemerintahan Oded-Yana. Hal tersebut berimbas pada tidak adanya isu utama atau winning issue yang digalakkan di Kota Bandung saat ini.

"Setahun kemarin belum banyak berbuat apa-apa dan kemudian terinterupsi pemilihan Sekretaris Daerah, konsolidasi internalnya lambat. Karena problem ini akhirnya mereka tidak bisa merumuskan winning issue untuk dijadikan program unggulan, selain program Kang Pisman yang telah berjalan," ungkapnya ketika dihubungi, Jumat (25/9/2020).

Dampaknya, ia mengatakan, saat ini warga Kota Bandung akan kesulitan merasakan arah gerak pembangunan kotanya. Hal ini dinilai sebagai permasalahan yang cukup serius.

Selain itu, Muradi juga menyoroti kedalaman Oded dan Yana dalam memahami isu-isu krusial yang kerap dikeluhkan warga Kota Bandung. Menurutnya, keduanya harus lebih dapat memetakan dan memahami permasalahan utama yang terjadi di masyarakat sehingga program-program yang nantinya dirumuskan dapat berjalan dengan lebih efektif.

"Hal ini menyangkut apakah mereka memahami apa yang menjadi kehendak dan keinginan masyarakat Bandung. Kota ini kan peralihan dari middle city menuju big city. Sumber masalahnya sangat banyak, dan pemahaman terhadapnya harus betul-betul clear," ungkapnya.

"Kalau tidak, hal ini bisa menjadi beban baru," tambahnya.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers