web analytics
  

Kota Bogor Dapat Bantuan Rp55 Miliar untuk RSUD

Jumat, 25 September 2020 13:53 WIB Husnul Khatimah
Umum - Regional, Kota Bogor Dapat Bantuan Rp55 Miliar untuk RSUD, Wali Kota Bogor Bima Arya,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,RSUD Kota Bogor,Bantuan Covid-19

Penandatanganan perjanjian pembiayaan pinjaman dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) secara virtual dari Balai Kota Bogor. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan penandatanganan perjanjian pembiayaan pinjaman dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) secara virtual dari Balai Kota Bogor.

Dalam kesempatan tersebut Bima Arya bersama para kepala daerah se-Jawa Barat juga ikut melakukan penandatanganan program pinjaman daerah tersebut yang dapat menjadi sumber alternatif dukungan pendanaan bagi daerah, khususnya bagi daerah-daerah yang memiliki kelayakan dan mengalami dampak Covid-19 agar mampu membiayai berbagai belanja.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor Denny Mulyadi, mengatakan, Pemkot Bogor sangat menyambut baik bantuan keuangan yang diberikan oleh PT SMI melalui skema pinjaman daerah oleh Pemprov Jawa Barat. 

“Jadi ini program Pemprov untuk memberikan bantuan keuangan ke kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Kebetulan Kota Bogor ada beberapa bantuan yang ditunda karena Covid-19. Tapi bisa dilanjutkan karena Pemprov Jawa Barat sudah menandatangani perjanjian pembiayaan pinjaman dalam rangka pemulihan ekonomi ini,” ungkap Denny, Jumat (24/9/2020).

Ia menambahkan, ada dua kegiatan di Kota Bogor yang mendapatkan bantuan keuangan, yakni pembangunan RSUD dan Alun-Alun. 

“Alhamdulillah Kota Bogor dapat bantuan keuangan dari provinsi untuk pembangunan RSUD sebesar Rp 55 miliar di 2020 ini dan untuk Alun-Alun Rp15 miliar di 2021. Yang RSUD akan dipakai untuk belanja alat kesehatan, bukan pembangunan fisik,” jelasnya.

Sementara itu, dalam arahannya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Kebangkitan dan kolaborasi ini sangat penting sebagai dukungan pemulihan ekonomi di Jawa Barat.

Ia mengatakan, PT SMI sudah memberikan pinjaman untuk 2020 dan jika tidak ada halangan pinjaman jilid kedua akan ditandatangani khusus untuk program pemulihan recovery economy 2021.

Pinjaman saat ini untuk mengembalikan program-program strategis yang terkena refocusing. Diketahui banyak program di provinsi maupun 27 kota dan kabupaten yang bantuan keuangannya terputus oleh refocusing.

"Sekarang Insyaallah bisa dikembalikan dan mudah-mudahan bisa dimaksimalkan di sisa waktu 3 bulan ke depan,” ujar Ridwan Kamil.

Ia menjelaskan, ada tiga hal yang harus dirasakan melalui bantuan keuangan ini. 

Satu, bantuan dari PT SMI harus melahirkan lapangan pekerjaan. Menurutnya, harus ada monitoring dari Bappeda dan Sekda agar pemanfaatan uang ini tidak business as usual dan dibuat regulasi.

"Semakin banyak warga Jawa Barat ikutan dalam proyek infrastruktur, di lapangan pekerjaannya, itu makin baik,” katanya. 

Kedua, bantuan ini harus dirasakan pilihan-pilihan yang sudah disepakati, yakni pilihan proyek yang memberikan manfaat secara sosial dan ekonomi secara langsung.

Ketiga, bantuan ini bisa memberikan pemulihan agar belanja pemerintah bisa jadi salah satu sektor yang masih bisa bergerak.

"Karena api investasi mengecil, api ekspor mengecil, api daya beli mengecil, mudah-mudahan belanja pemerintah satu-satunya api yang menjaga nyalanya ekonomi Jawa Barat,” kata Emil.

Pemprov Jawa Barat mendapatkan pinjaman daerah sebesar Rp5 triliun yang dikucurkan dalam dua termin melalui bank BJB. Termin pertama, akan dicairkan Rp2,5 triliun kepada kota dan kabupaten se-Jawa Barat pada tahun ini. Sisanya, dilanjutkan pada 2021.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers