web analytics
  

Penerima Kartu Prakerja 5 Bisa Masuk Daftar Hitam Jika Abaikan Ini

Jumat, 25 September 2020 13:35 WIB Icheiko Ramadhanty
Umum - Nasional, Penerima Kartu Prakerja 5 Bisa Masuk Daftar Hitam Jika Abaikan Ini, prakerja gelombang 10,Kartu Prakerja Gelombang 5,Belanja pelatihan prakerja gelombang 5

[Ilustrasi] Kepesertaan penerima Kartu Prakerja gelombang 5 akan dicabut dan masuk daftar hitam jika tidak membeli pelatihan. (Pixabay)

Kepesertaan penerima Kartu Prakerja gelombang 5 akan dicabut dan masuk daftar hitam jika tidak membeli pelatihan.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja memberikan imbauan kepada para penerima Kartu Prakerja gelombang 5. Imbauan tersebut diberikan kepada mereka yang belum membeli pelatihan pertama sejak saldo masuk ke dashboard.

Dalam unggahannya melalui akun Instagram @prakerja.go.id, Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja mengatakan, akan memberikan waktu 3 hari lagi sebagai batas waktu melakukan transaksi dalam membeli pelatihan pertama. 

“Bagi sobat Prakerja yang sudah lolos gelombang 5, namun belum membeli pelatihan pertama, segera beli pelatihan pertamamu sekarang juga,” tulis salah satu isi unggahannya, Kamis (24/9/2020).

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020, bahwa setiap penerima Kartu Prakerja memiliki waktu 30 hari untuk membeli pelatihan pertama sejak mendapatkan SMS pengumuman dari Kartu Prakerja.

Batas pembelian pertama bagi penerima Kartu Prakerja gelombang 5 adalah tanggal 27 September 2020 pukul 23.59 WIB. Itu artinya, penerima Kartu Prakerja gelombang 5 hanya tinggal memiliki waktu 2 hari saja.

Apabila lewat dari waktu tersebut penerima belum membeli pelatihan pertama, maka kepesertaan penerima Kartu Prakerja gelombang 5 akan dicabut. Sebelumnya, Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja telah mencabut sebanyak 180 ribu kepesertaan dari gelombang 1 hingga 4. Alasannya masih sama, yaitu karena mereka belum membeli pelatihan pertama melebihi waktu yang ditentukan.

Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu, mengatakan bahwa 180 ribu orang tersebut tidak hanya dicabut status kepesertaannya, melainkan juga masuk dalam daftar hitam. Karena itu, mereka tidak bisa lagi mendaftar atau menerima menjadi penerima Kartu Prakerja di gelombang-gelombang selanjutnya.

Saat ini, Kartu Prakerja bekerjasama dengan 7 mitra pelatihan. Mereka adalah Kemnaker, Pijar Mahir, Tokopedia, Mau Belajar, Bukalapak, Pintaria, dan Sekolahmu. 

Dalam 7 mitra pelatihan tersebut, ada banyak pelatihan yang dapat diambil oleh para penerima Kartu Prakerja, baik yang sesuai dengan skill maupun minat.

Nantinya, mereka harus menyelesaikan pelatihan yang dipilih untuk mendapatkan sertifikat dan mencairkan insentif. Peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan insentif berupa bantuan dari pemerintah sebesar Rp3,55 juta.

Perinciannya, peserta akan mendapatkan uang bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca-pelatihan Rp600.000 per bulan selama 4 bulan, dan insentif survei sebesar Rp50.000 untuk 3 kali.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers