web analytics
  

Daftar Kartu Prakerja Selalu Gagal, Apa yang Harus Dilakukan ?

Jumat, 25 September 2020 13:15 WIB Icheiko Ramadhanty
Umum - Nasional, Daftar Kartu Prakerja Selalu Gagal, Apa yang Harus Dilakukan ?, Kartu Prakerja,Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 9,Cara mendaftar Kartu Prakerja gelombang 9,Kartu Prakerja Gelombang 5

Notifikasi gagal mendapatkan subsidi Kartu Prakerja. (prakerja)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemberian subsidi bantuan lewat Kartu Prakerja masih berlanjut. Terakhir adalah Manajemen Kartu Prakerja menyelesaikan penutupan untuk gelombang 9

Namun sejak diluncurkan pada 11 April, masih banyak masyarakat gagal mendapatkan subsidi tersebut. Bahkan ada yang tidak lolos hingga lebih dari 3 kali.

Lalu bagaimana caranya mendapatkan subsidi Kartu Prakerja terutama bagi yang sudah 3 kali tidak lolos?

Menurut informasi laman prakerja, peserta yang sudah 3 kali gagal memiliki opsi untuk mendaftar kembali di gelombang selanjutnya.   

Berikut tips bagi peserta yang tidak lolos Kartu Prakerja hingga 3 kali:
1. Mengisi surat pernyataan yang diunduh melalui link https://bit.ly/suratpernyataangagalprakerja
2. Isi surat tersebut dengan jujur dan benar
3. Setelah diisi, kirim surat ke alamat email [email protected]
4. Tunggu hingga surat tersebut dicek oleh Manajemen Pelaksana Prakerja

 Head of Communication Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu, mengatakan bahwa syarat di atas ditujukan khusus bagi peserta yang sudah mencoba 3 kali daftar Kartu Prakerja, namun tidak lolos seleksi. 

Namun, dia mengatakan bahwa selain beberapa penyebab, perlu digarisbawahi bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi status lolos atau tidaknya seseorang untuk menjadi peserta Kartu Prakerja. Pertama, ada ketidaksesuaian antara Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

Kedua yaitu pendaftar masuk dalam daftar terlarang yang ada di Peraturan Kementerian Koordinator Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020. Adapun, Permenko tersebut melarang tujuh kelompok yang tidak bisa menjadi penerima Kartu Prakerja.

Kelompok-kelompok tersebut adalah, pejabat negara, pemimpin dan anggota DPRD, ASN, prajurit TNI, anggota kepolisian, kepala dan perangkat desa, direksi, komisaris, dan dewan pengawas pada BUMN atau BUMD.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers