web analytics
  

Buron 7 Tahun, Kades Korupsi Beras Miskin di Tasikmalaya Ditangkap

Jumat, 25 September 2020 13:08 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Buron 7 Tahun, Kades Korupsi Beras Miskin di Tasikmalaya Ditangkap, Korupsi,korupsi raskin Tasikmalaya,Kades Kertanegla Korupsi beras miskin

Mantan Kades Kertanegla Dadan Romansyah (Berompi Pink) saat hendak digiring ke Lapas Tasikmalaya oleh petugas Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (25/9/2020). (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

MANGUNREJA, AYOBANDUNG.COM -- Mantan Kepala Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Dadang Romansyah yang buron selama 7 tahun akhirnya ditangkap petugas kejaksaan negeri Kabupaten Tasikmalaya. Dadang yang tersandung korupsi penyalahgunaan dana beras miskin (raskin) tahun anggaran 2008.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tasikmalaya Muhammad Syarif mengatakan, Dadang diputus bersalah atas kasus korupsi di Pengadilan Negeri Tasikmalaya pada tahun 2012.

Saat itu, Dadang melakukan banding dan kasasi hingga tingkat Mahkamah Agung (MA). Namun, putusan 1 tahun penjaran dan denda Rp50 juta ditetapkan berdasarkan keputusan MA tersebut.

"Setelah ada keputusan, yang bersangkutan melarikan diri hingga pada tahun 2013 ditetapkan sebagai DPO, " ucap Muhammad Syarif, Jumat (25/9/2020).

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya Yayat Hidayat menambahkan, setelah mendapatkan informasi tersangka pulang ke rumahnya di Bojonggambir, kemudian kejaksaan membentuk tim. Atas instruksi Bapak Kajari, lanjut Yayat, tim melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan.

"Dipimpin oleh saya dan kasi intel tim melakukan penangkapan di rumah tersangka, tidak ada perlawanan dan dibawa ke kantor kejaksaan Jumat (25/9/2020) pagi untuk kemudian ditahan di Lapas Tasik," kata Yayat.

Yayat menambahkan, dari kasus penyalahgunaan dana raskin tersebut kerugian negara mencapai Rp50 juta atas hasil penyidikan dari Polres Tasikmalaya.
"Tersangka dipidana penjara selama satu tahun dan denda Rp50 juta, termasuk kita sudah rapid test dan proses selanjutnya tersangka ditahan di Lapas Tasik selama satu tahun," kata Yayat.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers