web analytics
  

Resesi Bisa Ciptakan 5 Juta Pengangguran Baru

Jumat, 25 September 2020 12:53 WIB
Umum - Nasional, Resesi Bisa Ciptakan 5 Juta Pengangguran Baru, Pengangguran,Resesi Ekonomi,resesi ekonomi Indonesia,Antisipasi resesi

Ilustrasi tenaga kerja yang terancam menjadi pengangguran. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Keuangan Sri Mulyani telah memberi sinyal Indonesia akan memasuki resesi pada kuartal ke-III tahun 2020. 

"Artinya kita masih kemungkinan. Kalau belanja pemerintah diakselerasi konsumsi dan investasi belum masuk zona positif, karena aktivitas masyarakat sama sekali belum normal, secara teknikal kuartal III ini kita di zona negatif, maka resesi terjadi," kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Senin (7/9/2020) lalu.

Menanggapi hal ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi setidaknya ada 5 juta pengangguran baru bila Indonesia benar-benar masuk ke jurang resesi.

"Pertumbuhan ekonomi di minus 1,7% dan 0,6% akan meningkatkan kemiskinan dan pengangguran secara signifikan. Sekarang jumlah pengangguran kurang lebih 7 juta orang, dan akan bertambah lebih dari 5 juta," ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani, Kamis (24/9/2020).

Terlebih, ia melanjutkan, tiap tahun ada tambahan 2,24 juta orang yang membutuhkan pekerjaan di Indonesia. Tidak hanya itu, merujuk pada data ketenagakerjaan, saat ini ada 8,14 juta yang tidak memiliki pekerjaan.

Sementara, 28,41 sisanya bekerja sebagai paruh waktu. Dengan sata ini, maka sedikitnya ada 46,3 orang di Indonesia tidak bekerja secara penuh.

"Atau 33,59%, angka ini cukup baru, dan dari data Kemenkeu, akan ada tambahan 4 juta hingga 5 juta pengangguran akibat Covid-19," ujarnya.

Rosan mengklaim, penambahan jumlah pengangguran di Indonesia sangat mungkin terjadi bila resesi benar-benar terjadi pula.

Alasannya, karena sektor usaha sudah pasti turut terhambat karena para pelaku usaha melakukan efisiensi, terutama pada sektor perdagangan dan pengolahan yang biasanya menyerap tenaga kerja terbanyak.

Ia menyampaikan, saat ini saja kedua sektor itu sudah mengalami penurunan kinerja yang cukup dalam, yakni sebesar 7,57% dan minus 6,19% pada kuartal II-2020 lalu.

Tidak hanya itu, sektor akomodasi, konsumsi hingga industri transportasi juga turut terdampak dan berpotensi menyumbang penambahan pengangguran terbesar selama resesi karena sektor itu terkontraksi 22,02% hingga 30,84%.

"Makanan dan minuman mengalami kontraksi besar, tekanan terhadap tenaga kerja sangat besar, oleh karena itu langkah-langkah ke depan dalam penciptaan lapangan kerja menjadi penting ke depannya," ungkap Rosan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers